Tag Archives: #WorldPoetryDay

teruntuk Puisi di harinya

mari kembali putarkan Jarum Ingatan Waktu pada masa aku memilihmu lalu menempatkanmu di sebuah ruang. aku harumi sekitarmu dengan kebebasan, aku polahi lugumu dengan segala Harta Kata yang aku punya; lalu kau menyerahkan seutuh diri agar kupolesi dengan emosi berupa warna.

kita bahagia. ternyata kita segera bahagia. saling mencinta dengan begitu luar biasa tanpa ada yang banyak berkemampuan membuat kita saling menjauh berjeda. ya, kita.

mari kembali putarkan Jarum Ingatan Waktu pada masa aku memilihmu lalu menempatkanmu dengan istimewa di sebuah ruang hati nan sederhana. aku tak bisa memalingkan wajah sejak pertemuan kita, sejak kali pertama. kau menyelamatkanku dari kebosanan awalan ‘pada suatu hari’ dan panjang kalimat berdempethimpitan tanpa mengizinkan tingkahan rima menyelang.

kita bersuka. meski tak jarang kau sibuk menyusuti tangis bahkan amarahku dengan sabar tanpa pernah meminta dibalas kemudiannya. terima kasih kau telah selalu ada, disisiku tanpa banyak menuntut apa. ya, kau yang tak menolak saat dipersunting seorang bocah tanpa mahar Janji Nirwana.

– – – – – – –
*teruntuk Puisi di harinya kini. terima kasih untuk sekian ketakterhinggaan yang kau beri.

(foto oleh kuke)
(foto oleh kuke)