Tag Archives: #WorldForestDay

monolog kegemasan

sesungguhnya Hutan & Air pun perlu dihidupi untuk terus mampu menghidupi. faktanya semakin ke kini, mereka dianggap lebih mampu mengurus dirinya sendiri sebagai sebentuk keajaiban dan berkah tak terkira dari Tuhan — tidak perlu dijaga, tidak perlu dikasihi, bahkan tak jarang hanya bisa mendapatkan “sedih rasanya. tapi, kami tak bisa berbuat apa-apa.” dengan harapan semua bisa memaklumi.

apa baru ‘bergerak’ namanya jika sudah bisa memindahkan seluruh Hutan Beton, Pabrik Penyetor Limbah, dan semua yang meniadakan keseimbangan Semesta ini? apa baru akan ‘tergerak’ nantinya ketika Hutan dan Air sudah sepenuhnya mati? apa bahkan sebegitu sulitnya untuk meminjamkan tangan melakukan satu kebaikan sederhana bagi Bumi tanpa muluk-muluk menunggu tangan itu akan bertumbuh sebesar Semesta itu sendiri?

mengerikan sekali -_-

aaah. jangan menunjuk ke mana pun, kuk. jangan menudingkan jari ke arah manapun selain ke arah dirimu sendiri.

laa taghdab. laa taghdab. laa taghdab.

lakukan saja apa yang bisa kau lakukan sepanjang itu bukan sekedar merutuk, bukan sekedar menggerutu, bukan sekedar mengeluh. pasang kacamata kudanya dengan baik, gunakan tutup telinga yang tebal, semata-mata agar tak perlu tergoda sibuk membandingkan sementara tugasmu belum selesai.

laa taghdab. laa taghdab. laa taghdab.

sudah. ayo pergi ke kamar mandi. benamkan kepalamu di Air. hari ini sekian hal sudah menunggu untuk ditingkahi. gemasmu itu, jadikan sebaik-baiknya energi.

iya. terima kasih. maaf ~_~

tak apa. mungkin perlu sesekali. tapi jangan sampai meracunimu nanti. pergilah..

iya.

teruntuk Hutan di harinya yang juga milik Puisi dan Hening

hari ini Nona Kabut tak datang. katanya dia sedang enggan. kabarnya dia tak mau tampak seperti penghadang manakala semestinya Hutan dipenuhi keriangan dan para Pemuda Pohon tak beralih pandang.

dibujuknya Biru Cerah Muda dan Matahari agar lebih lama bertandang. sebelumnya sudah pula dia mewarta Angin agar tak alpa merumahkan Nada di setiap lembar Rerumputan mulai dari arah gerbang menuju dalam.

Mantra Kehangatan telah didendangkan. Mantra Kehidupan telah diudaralangitkan. sejatinya kebahagiaan dan kedamaian akan mampu hidup lebih dari sepanjang nafas Zaman.

– – – – – – –
*teruntuk Hutan di hari keriaannya kini yang ternyata bertepatan dengan keanggunan Puisi. seDunia. mereka bersama. dalam Hening yang ramai ~,~/

(foto oleh kuke)
(foto oleh kuke)