Tag Archives: #Ci Tarum

23 Februari 2013

23 Februari 2013 itu tampaknya tidak akan mudah dilupakan ~_~ seusai sekitar 10 jam meLaut (Tuapeijat – Bungus), setelah beberapa jam bengong-bengong deg-degan di Bandara Minangkabau, ditambah sekitar 1.5 jam meLangit (Padang – Jakarta), lalu mendadak memutuskan untuk sudah saja langsung ke Bandung (padahal sedang ada deadline menanti), dan ternyata itu sama sekali bukan keputusan yang salah.

bahagia rasanya bisa hadir di hajatan Ci Tarum dan berada di antara Keluarga, Sahabat, Kawan. ramai. hangat. makan-makan. poto-poto. makan-makan lagi. berbincang. tertawa. jail. ganggu-ganggu. benar-benar berasa pulaaaang ~,~/ meski sesudahnya siap-ndak-siap-harus-siap diunyel-unyel-peluk-peluk mbak Dieldiel yang bahagia si Tupai-nya muncul >_<

23 Februari 2013 itu tampaknya jadi istimewa. sesudah merasakan bahagianya bisa pulang ke Laut dan ke Rumah Ujung Cakrawala, ternyata ada Rumah lain yang memanggil untuk pulang. di sini. di jalinan yang bebas definisi tempat. dilambari kecintaan yang bisa jadi sama.

aku terharu. aku didamba pulang. ternyata ~_~

o iya, dari foto ini aku baru sadar, ternyata dampak insiden Kipas Angin di Bus Antar Lintas Sumatera zaman SD dulu benar-benar masih seperti itu ya? itu loh, kejadian di mana rambutku yang panjaaang itu terbelit terputar masuk ke Kipas Angin karena aku terlalu bersemangat ingin merasakan Angin dari Jendela, berdiri santai, lupa apa yang ada di atas kepala. hem, jadi gersang rupanya. mungkin karena waktu itu diputus paksa hingga Rambut dan Kulit Kepala trauma ya? hahaha. hem, tampak seperti ada celah besar sebagai jalan masuk ke kepala, hihihi.

tak apa. aku tetap terharu. aku masih secantik itu *_* (siap-siap dapat timpukan internasional jangka panjang)

Bu Wiwit, terima kasih sudah dipotret yaaa ~.*

(foto oleh Wiwit Ratna Djuwita)
(foto oleh Wiwit Ratna Djuwita)
Advertisements