Tag Archives: #10hari

mengAngin

apa kau suka mengAngin setiap kali kau melintasi dan menyinggahi sisi Bumi lainnnya? bercakap-cakap bahkan bernyanyi dengan Udara? kalau aku: S-U-K-A. sangat suka. bahkan ketika tengah ditemukan dalam diam adanya ~_~

ini adalah satu dari sepuluh hari perjalanan kami (mbak Vit, mas Arya, Om Eros, O, dan Rully. sementara Ibu Kebaya dll naik Kapal Udara.) melalui beberapa sudut Asia Tenggara. dalam sebuah Kereta Api yang istimewa. mengantarkan dari Hat Yai hingga Bangkok. menemukan senyum dan keramahan si Tampan Ketumat. juga dipotret ternyata oleh si Ibu Dokter Pejalan ~.*

(foto oleh Savitri Kamarudin)
(foto oleh Savitri Kamarudin)

10 Hari Bersamamu: Open Your Mind!

Sudah lama sekali. Tahun lalu. Tetapi bagian ini akan sulit untuk dilupakan bahkan dibuang, disertakan bersama para Angin yang rajin bergerak ke sana-sini, lalu tertinggal sebagai partikel mati. Memang sudah tahun lalu. Sudah lama. But, just open your mind! Seperti yang seorang Biksu Muda katakan dalam salah satu episode perjalanan 10 hari yang sangat berkesan. Karena dengan keterbukaan maka keluasan terjamah, yang tak terlihat atau tak jelas terlihat akan utuh di hadapan mata.

03.01.2011 :: Phnom Penh – Ho Chi Minh City

Pagi dimulai dengan pergi ke Toko Roti di ujung jalan. Tak ada waktu untuk duduk sarapan, jadi lebih baik cari praktis.  Kami bersepuluh akan menuju Ho Chi Minh dengan bus hari ini. Diperkirakan tiba siang hari sebab keberangkatan tertulis pukul 6.45 waktu setempat dan butuh sekitar 6 jam perjalanan. Rasanya sudah tak sabar melintasi perbatasan. Bisa jadi aku mulai menikmati sensasi menerima cap di halaman passport dan mengamati ekspresi para penjaga di sana. Belum lagi jika ada kejadian tak terduga. Tapi tenang, aku tak berharap sedikit pun muncul kejadian buruk, karena itu bukan hal bijak.

Kembali ke Psar Thmei, bus Sorya akan bertolak dari sana. Penasaran? Lanjutkan..

10 Hari Bersamamu: Saigon Penutup

03 – 05.01.2011 :: Saigon AKA Ho Chi Minh City

Oh, itu toh yang namanya Cho Ben Thanh. Ada Cendol juga di sana? Beli kopi? Apa? Jangan lama-lama? Iya, iya. Tidak akan lupa kok ke Uncle Ho untuk berfoto. Iya, jangan kuatir juga, Notre Dame dan kantor pos tidak akan dilewatkan. Emm tapi tolong biarkan aku merasakan Pho Bo ukuran jumbo dulu ya? Iya, Pho Bo di sudut Pham Ngu Lao itu. Termasuk roti-roti isi (baguette) yang tampak menakjubkan perbandingan harga dan ukurannya. Sudah kenyang? Oh, tidak apa. Ada si O 😀 ia tidak akan pernah rela melewatkan kesempatan makan enak & murah meriah. Jadi, aku masih punya partner jajan 😉

Uncle Ho
Uncle Ho

Begitulah Saigon. Ah, atau nama resmi lainnya adalah Ho Chi Minh City. Setibanya di sana setelah beberapa jam merasakan naik bus AC dari Phnom Penh, aku sudah mengincar untuk duduk dan bersantap di warung penyedia Pho yang terletak tepat di belokan Pham Ngu Lao, kawasan yang akrab dalam pengetahuan para backpacker. Tapi itu bukan salahku yang memang selalu celingukan setiap lewat ke sana, mlipir ke sini. Mas Arya yang memberitahu. Bagaimana aku tidak langsung sibuk mengingat-ingat tempat itu?? Jam makan siang juga sudah tepat kan?? Ho ho ho, untunglah gayung bersambut. Usai meletakkan barang-barang di penginapan murah langganan Mas Arya, kami segera beramai-ramai jajan Pho Bo alias Pho cita rasa daging Sapi 🙂 Mutlak. Wajib. Karena mbak Vit, Rully, dan om Eros yang hanya punya waktu beberapa jam saja sebelum lepas landas pulang ke Jakarta tidak mau melewatkan acara belanja di pasar Ben Thanh, apalagi melewatkan Uncle Ho.  Penasaran?? Lanjutkan..

10 Hari Bersamamu: Sejauh Kaki Melangkah, Kembali ke Kwetiau Juga

02.01.2011 :: Phnom Penh

Royal Palace yang tutup
Royal Palace yang tutup

Waktu begitu singkat. Ada yang masih berharap dapat melihat macam-macam obyek menarik, sebagian ingin lebih menikmati waktu, sebagian masih ingin berbelanja, sisanya yang lain hanya ingin punya waktu tidur cukup banyak. Siapakah yang butuh waktu tidur cukup banyak itu?? Tanpa menunjuk siapa pun, aku pasti langsung akan mengacungkan tangan. Aku! Bagaimana pun ini adalah perjalanan terpanjang-&-terbanyak-tujuan-ku setelah hampir seminggu menikmati eksotisme Kupang & Rote. Rekor baru! 😛

Aku sempat ikut rombongan (minus Bunda Riri dan om Andi) untuk mampir ke Royal Palace. Sayangnya, saat itu tutup 🙂 sedang ada perbaikan di beberapa bagian. Aku masih ikut rombongan ke Psar Tuol Tom Pong atau lebih populer dengan nama Russian Market. Ada apa di sana? Em, pastinya sih ada segala yang khas Cambodia, tapi ada juga yang relatif umum dibutuhkan kalangan pejalan, ada lagi barang-barang antik yang “mengerikan” meski ya memang cantik-menarik, dan ada juga ternyata yang lebih kalap belanja daripada kawan-kawan rombonganku ini 😛 heuheu. Nah, kalau aku paling senang ketika masuk ke sebuah toko 😀 Ibu Kebaya, mas Alex, dan mas Arya sudah lebih dulu ngupi-ngupi di sana. Aku sih paling tertarik dengan es krim-nya 😀 enaaak.. tidak lebih dari 1 USD pula. Haaaa.. senangnya.. Fruity Ice Cream yang lengkap dengan potongan buah Semangka dan buah Naga 😀 potongan Apel juga Cherry. Penasaran?? Lanjutkan..

10 Hari Bersamamu: Mampirlah Dulu ke Phnom Penh

02.01.2011 :: Siem Reap – Phnom Penh

ini dia menu Bebek Panggang enak itu
ini dia menu Bebek Panggang enak itu

Penggenapan impian di Siem Reap sudah selesai. Kasarnya, ini waktunya pulang, Kuk! 🙂 Ya, aku harus menempuhi jalan pulang. Tepatnya seusai menikmati Bebek Panggang super-yummy di suatu tempat yang direkomendasikan Bhora semalam *kalo boleh memohon, tolong jangan tanya tempatnya, karena jauuuuh deh meski udah naik TukTuk juga, agak in-the-middle-of-nowhere, tapi menyenangkan karena sepanjang jalan bisa puas lihat Bintang di Langit karena sekitarnya gelap gulita.. heuheu.. dan jangan tanya bentuk Bebek Panggang-nya.. langsung lupa motreeet..* Tepatnya seusai menikmati berendam sepuasnya di bathub, juga tidur di kamar nyaman-mewah Ree. Tepatnya ketika Bhora d’John menemani kami semua naik bus ke Phnom Penh. Iya 🙂 kami bersepuluh (Bunda Riri & om Andi, Ibu Kebaya & mas Alex, om Eros, mas Arya, Rully, O, mbak Vit, aku) rupanya diantar sampai ke ibukota Cambodia itu.

bus yang membawa ke Phnom Penh dari Siem Reap
bus yang membawa ke Phnom Penh dari Siem Reap

Sekitar pukul 7-8 pagi waktu setempat, kami sudah check-out dari Ree. Penasaran?? Lanjutkan..