Konspirasi#2

Maaf.. maaf.. reportase konspirasi saya terlambat 😛 *KO karena sate Maranggi he..*

Oke.. langsung saja ya..

Konspirasi gagal total..

Intinya.. lebih karena faktor X.. *sang target tak nyaman.. jadi sepertinya Tuhan punya rencana lain.. hihi..*

Jadi, karena faktor X tersebut.. waktu yang sudah diprediksikan untuk sosialisasi & seleksi tulis serta wawancara.. jadi jauh sekali dengan kenyataannya.. 🙂 *ga bisa komentar deh..*

Alhasil, rencana konspirasi saya dan Pianis.. ya sudah.. dibatalkan saja..

Kesimpulannya..

Bukan berarti takakan ada konspirasi yang lain 😛

Bukan berarti juga memaksakan sesuatu.. *sudah.. saya akan hentikan deh untuk target yang tidak merasa nyaman.. hehe..*

Advertisements

Konspirasi

Ehemmm jangan terburu memutuskan serius begitu membaca judul posting saya yang hanya satu2nya hari ini 😛 *lagi tenggelam dalam atmosfer deadline sih.. he..*

Tapi.. iya.. memang benar.. ada konspirasi-terencana nih di benak Pianis & saya *FYI: penggagas.. Pianis* terkait dengan acara besok.

Well.. well.. well.. ini membuktikan.. rentang usia sejauh itu tidaklah mematikan kemungkinan kami untuk kompak kan??

Kompak untuk hal yang baik kok 😉 *sama2 ngeles begitu hihihi..*

Emm masih rahasia.. dan akan tetap jadi rahasia kalau hasilnya tidak memuaskan :D..

Pastinya.. malam ini dan besok pagi.. akan ada doa2 berbunga deh dalam hatiku, hati Pianis, hati kembaran-Pianis untuk kelangsungan strategi yang sudah disiapkan matang2 hari ini.

Mau ikut mendoakan?? Boleh. Toh ini memang murni untuk kebaikan, tidak perlu kuatir 🙂

Besok ada apa sih, Ke??

Hem.. besok saya bertugas ke Jakarta bersama Rani dengan dikawal Mr.Jus & driver, biasalah main2 ke Depkominfo hehe.. 😀

Ya ya ya.. sudah lama tidak berkonspirasi begini.. >_< jadi ingin cepat2 besok..

Kuke & Anggie

Kami ini dua bersaudara, putra & putri dari Papa & Mama, yang terlahir dengan jarak lima tahun antara satu dengan lainnya.

Saya.. Ayu Wulandari AKA Kuke..

Dia.. Ario Wicaksono AKA Anggie..

Nick-name kami berdua merupakan buah karya Ma’ 😀 dan punya arti masing2..

Dulu, sewaktu kami masih kecil2 mungil.. banyak sekali tetangga, teman2 Bapak/Ibu/Om2/Tante/Pa’/Ma’ yang menyatakan kami berdua ini mirip sekali.

Kalau disandingkan, kemudian dibayangkan dengan postur yang sama, mungkin sudah seperti dua anak kembar. Saya dan dia sih senang2 saja 🙂

Ketika pada akhirnya kami berdua satu sekolah di F.Tandean, guru2 juga sepakat mengenali Ario sebagai adiknya Ayu 🙂 *maaf ya, Dek.. resiko terlahir duluan sih..*

Meski beliau2 mengakui kalau saya dan dia ini yah memang mirip, tapi dengan yakin pula beliau2 menyatakan kami punya karakter yang sangat berbeda satu sama lain. Untuk minat & talenta ada beberapa yang mirip, tapi tidak sedikit yang berbeda.

Perbedaan paling nyata *selain gender tentunya..* adalah hal yang pernah membuat orang2 dan teman2 di sekitar kami sedikit berpikir..

Apa ini anak berdua terbalik ya??

Jujur, kami juga pernah mempertanyakan hal yang sama 😛

Apa kami berdua ini lahirnya terbalik ya??

Mbak Kuke yang cowok, Adek yang cewek??

Adek yang lahir duluan, baru Mbak?? *kalau ini lebih karena dulu Anggie berpikir.. anak laki2 itu harusnya jadi anak nomor satu biar bisa jagain saudari-nya..*

Yup, saya yang tomboy sekali dan Anggie yang kalem sekali, itu perbedaan yang paling signifikan di antara kami berdua.

..

Setelah kami sama2 beranjak ABG kemudian dewasa, masih tidak sedikit orang yang menyatakan kami berdua ini mirip sekali.

Meski jujur.. saya dan dia itu benar2 bingung.. di mana miripnya?? *kaca tuh kalau bisa memecahkan diri sendiri.. pasti deh lebih memilih memecahkan diri sendiri ketika kami entah berapa ratus menit menghabiskan waktu untuk mencari pembuktian bahwa kami ini mirip sekali..*

Hal yang paling bikin Anggie keki dan saya senang sepuasnya hanya satu hal 😛

Saya ini lebih sering disangka adiknya Anggie, bukan kakaknya.. *oleh orang2 yang baru melihat saya..*

Bahkan dulu pernah.. teman keluarga.. *teman Pa’ & Ma’* menyangka saya ini anak ketiga, bukan anak pertama 😀

Ms. Ifada de La Hoya juga sempat berpikir.. kalau saya ini memang lebih pantas jadi adiknya Anggie hehe..

*maaf, Dek..*

Menurut Ma’.. hal itu terjadi mungkin karena Anggie itu lebih pemikir daripada saya. Terlebih lagi, menurut Ma’.. saya itu lebih murah senyum ke orang lain. Penyebab lain.. ya itu.. mungkin karena Anggie pernah ingin sekali jadi “Kakak”.. bukan “Adik” 🙂

Kami ini dua bersaudara, putra & putri dari Papa & Mama, yang terlahir dengan jarak lima tahun antara satu dengan lainnya.

Kuke & Anggie

Kami memiliki persamaan *yang sering tidak disadari tapi terlihat.. Ms. Ifada said..*& perbedaan *yang juga cukup mencolok..*

Meski lebih sering berjalan sendiri2.. ada kalanya kami menyisakan waktu untuk bersama.. *so sweet..*

Karena kami ini.. Kuke & Anggie.. 😀

tak-ada-rumusan-khusus-untuk-merasakan-kebebasan