Category Archives: Uncategorized

Madogiwa no Totto-chan: “Kau Benar-benar Anak Baik!”

“Kau benar-benar anak baik, kau tahu itu, kan?” Itu yang selalu dikatakan Kepala Sekolah setiap kali dia berpapasan dengan Totto-chan. Dan setiap kali Kepala Sekolah mengatakannya, Totto-chan tersenyum, melompat rendah, lalu berkata, “Ya, aku memang anak baik.” Dan ia mempercayai kata-kata itu.

Sebenarnya, dalam banyak hal Totto-chan anak baik. Ia baik hati kepada siapa saja — khususnya kepada kawan-kawannya yang punya cacat tubuh. Ia selalu membela mereka. Jika ada anak sekolah lain yang mengatai kawan-kawannya yang cacat, ia berani berkelahi dengan anak yang jahat itu, walaupun akhirnya ia menangis. Totto-chan bersedia melakukan apa saja untuk merawat binatang terluka yang ditemukannya. Tapi guru-gurunya juga sering kaget mendapati Totto-chan tertimpa berbagai masalah karena ingin memuaskan rasa ingin tahunya begitu menemukan sesuatu yang tidak biasa.

Totto-chan suka melakukan hal-hal aneh, misalnya mengepit kepangnya di ketiak sambil berbaris di pagi hari. Suatu hari, Totto-chan mendapat giliran menyapu kelas. Ia membuka pintu di lantai yang tertangkap mata awasnya, lalu membuang semua kotoran yang disapunya ke dalam lubang itu. Pintu aslinya berfungsi sebagai lubang pemeriksa mesin di kereta sungguhan. Tapi ia tak bisa menutup kembali pintu itu, dan ulahnya ini merepotkan banyak orang.

Lalu pernah ada seseorang yang memberitahunya cara menggantung daging di pengait. Totto-chan pun masuk ke ruang olahraga dan mengaitkan salah satu lengannya di palang latihan yang paling tinggi. Ia tergantung di sana lama sekali. Ketika seorang guru melihatnya dan bertanya apa yang dilakukannya, ia berkata, “Hari ini aku jadi sepotong daging!” dan tepat ketika itu pegangannya lepas. Totto-chan jatuh terempas, keras sekali, hingga paru-parunya tersentak dan sepanjang hari itu dia tak bisa bicara. Belum lagi kejadian ketika ia tercebur ke bak penampung kotoran.

Ia selalu melakukan hal-hal seperti itu dan melukai dirinya sendiri, tapi Kepala Sekolah tak pernah memanggil Mama atau Papa. Hal yang sama berlaku bagi anak-anak lain. Persoalan-persoalan selalu diselesaikan antara Kepala Sekolah dengan si anak. Persis seperti ketika Kepala Sekolah mendengarkan ocehan Totto-chan selama empat jam pada hari pertama ia datang ke sekolah itu. Kepala Sekolah selalu mendengarkan dengan saksama apa yang dikatakan si anak tentang kecelakaan yang dialaminya. Dia bahkan mendengarkan alasan-alasan mereka. Dan jika si anak melakukan sesuatu yang benar-benar buruk dan akhirnya menyadari kesalahannya, Kepala Sekolah akan berkata, “Sekarang, minta maaf.”

Dalam kasus Totto-chan, semua keluhan dan kekhawatiran yang disampaikan orangtua anak-anak lain dan guru-guru lain pastilah sampai ke telinga Kepala Sekolah. Itulah sebabnya, setiap kali ada kesempatan, Kepala Sekolah selalu berkata kepada Totto-chan, “Kau benar-benar anak baik.” Orang dewasa, yang mendengar dia berkata begitu, akan menyadari pentingnya cara dia memberi tekanan pada kata “benar-benar”.

Apa yang Kepala Sekolah ingin agar dimengerti oleh Totto-chan adalah sesuatu yang seperti ini: “Ada orang yang mungkin berpendapat kau bukan anak baik dalam hal-hal tertentu, tapi watakmu yang sesungguhnya tidak buruk. Banyak watak baik dalam dirimu dan aku tahu itu.” Bertahun-tahun kemudian barulah Totto-chan menyadari maksud Pak Kobayashi yang sesungguhnya. Meskipun waktu itu mungkin itu belum memahami arti sebenarnya kata-kata Kepala Sekolah, yang pasti Pak Kobayashi telah menanamkan dalam-dalam rasa percaya diri dan keyakinannya bahwa ia “anak yang baik”. Kata-kata itu menggema di dalam hati Totto-chan, bahkan ketika ia sedang asyik melakukan sesuatu yang tidak biasa. Sering sekali ia berseru pada dirinya sendiri “Astaga!” ketika mengingat-ingat apa yang pernah dilakukannya.

Pak Kobayashi terus-menerus mengulang kalimat itu setiap kali, selama ia bersekolah di Tomoe. Mungkin kata-kata itulah yang telah menentukan arah seluruh hidupnya kemudian, “Totto-chan, kau benar-benar anak baik, kau tahu itu, kan?”

(ilustrasi karya Chihiro Iwasaki)
(ilustrasi karya Chihiro Iwasaki)

– – – – – – –
disalin ulang dari versi terjemahan novel Madogiwa no Totto-chan karya Tetsuko Kuroyanagi, tepatnya dari bagian “Kau Benar-benar Anak Baik!”. diberi ilustrasi Totto-chan karya Chihiro Iwasaki yang didapat dari Google-Image barusan tadi  ^_^

Advertisements

Karaniya Metta Sutta

Sutta Pengembangan Cinta Kasih

Inilah yang harus dikerjakan
oleh mereka yang tangkas dalam kebaikan.
Untuk mencapai Keadaan Ketenangan
Ia harus mampu jujur, sungguh jujur
Rendah hati, lemah lembut, tiada sombong.

Merasa puas, mudah disokong,
Tiada sibuk, sederhana hidupnya,
Tenang inderanya, berhati-hati,
Tahu malu, tak melekat pada keluarga.

Tak berbuat kesalahan walaupun kecil
yang dapat dicela oleh para Bijaksana
Hendaklah ia berpikir:
Semoga semua makhluk berbahagia dan tentram,
Semoga semua makhluk berbahagia.

Makhluk hidup apapun juga,
Yang lemah atau kuat, tanpa kecuali,
Yang panjang atau besar,
Yang sedang, pendek, kecil atau gemuk.

Yang tampak atau tak tampak
Yang jauh ataupun dekat
Yang terlahir atau yang akan lahir
Semoga semua makhluk berbahagia.

Jangan menipu orang lain,
Atau menghina siapa saja,
Jangan karena marah dan benci,
Mengharap orang lain celaka.

Bagaikan seorang ibu mempertahankan jiwanya.
Melindungi anaknya yang tunggal.
Demikianlah terhadap semua makhluk.
Dipancarkannya pikiran cinta kasihnya tanpa batas.

Kasih sayang ke segenap alam semesta
Dipancarkannya pikiran itu tanpa batas
Ke atas, ke bawah dan ke sekeliling.
Tanpa rintangan, tanpa benci dan permusuhan.

Selagi berdiri, berjalan atau duduk,
Atau berbaring selagi tiada lelap,
Ia tekun mengembangkan kesadaran ini,
Yang dikatakan berdiam dalam Brahma.

Tidak berpegang pada pandangan salah.
Dengan sila dan penglihatan yang sempurna
Hingga bersih dari nafsu indria,
Ia tak akan lahir dalam rahim manapun juga.

..

aku tahu tak boleh malam ini memanggil Badai. aku tahu tak boleh sedikit saja kulantunkan Mantra Pemanggil Matahari juga Lautan. lalu bagaimana harus bertahan hidup? lalu bagaimana aku harus bertahan hidup? mungkin kutenggak habis saja Hujan. Langit bilang kalau seluruh Daun-daun dari sejumlah Pepohonan Doa telah menitipkan kekuatan di setiap butir hangatnya.