Category Archives: Lagu

selamat petang, Tuhan..

selamat petang, Tuhan
Hujan baru saja datang
tampak keemasan
Sang Surya memberikan keindahan

selamat petang, Tuhan
sudah adakah waktu untuk berbincang?
ada yang ingin kuceritakan
namun tak apa bila harus kutunggu Kau
sampai malam

agar tenang-tenang kita
di tempat yang sama disuka
tak perlu mencemaskan apa-apa

selamat petang, Tuhan
Hujan baru saja datang

– – – – – – –
Juli. hari ke-15. tahun ini. di sini. dalam tenang-tenang. bersama Tuhan 😀

Advertisements

Mata Danau dan Sepatu Bumimu

*ini hanyalah potongan Lirik satu Lagu yang belum jadi, buatmu*

dalam ingatanku kau datang bersama harum butiran Hujan itu di Tujuh Desember tahun lalu. entah bagaimana aku sungguh menyukai kau yang tersenyum, terus melihat ke arahku, bertanya tanpa ada sepatah kata pun. dan ku hanya ingat pada matamu yang bagiku seteduh Danau itu. dan ku hanya ingat akan sepasang sepatumu (yang) berwarna Bumi sebagaimana kesukaanku.

kedua kali bertemu, ada kuingat Hujan pun turun. mengunyahi Malam seakan tak berujung. mengunci gerakku dalam beku. hingga jabat erat besar tanganmu kurasakan menjalar hangat, membangunkan Kupu-kupu yang lantas berkepakliar dekat-dekat jantungku. dan ku hanya ingat pada matamu yang bagiku seteduh Danau itu. dan ku hanya ingat akan sepasang sepatumu (yang) berwarna Bumi sebagaimana kesukaanku.

Pendakian Gunung Gede

berjalan bukan sekadar berjalan. terus berjalan, namun puncak tertinggi di titik 2.958 m. dpl bukanlah tujuan. tak boleh sampai terlupa menyapa seisi Hutan di sepanjang perlintasan. karena mereka lah Tuanrumah dan kita hanya Pendatang yang sebatas singgah lalu kembali pulang. tanamkan itu dalam-dalam.

berjalan bukan sekadar berjalan. terus berjalan, namun mengabadikan keberadaan diri bukanlah derajat tertinggi pencapaian. karena pemaknaan tak akan utuh diperoleh tanpa pernah ada percakapan, persentuhan, dan sejenak hening mengambil masa bermesra bersama Semesta nan raya. tempatkan diri sebagaimana mestinya Manusia tak hanya ketika sedang bersama Manusia.

berjalan bukan sekadar berjalan. jika kau berjalan, maka upayakan lah untuk tetap menjadi keberkahan. karena Kalamakara sesungguhnya tak pernah bilang-bilang kapan ia akan membawakan padamu kejutan-kejutan yang bahkan tak pernah sesiapa pun bayangkan.

= = = = = = =

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) 15-16 Mei 2015 bersama IMOSA (Indonesian Mountain Specialist)

Dokumentasi Foto: Ayu ‘Kuke’ Wulandari | Musik Latar: SASMAYA – Taufanny Nugraha feat. Kuke | Terikutserta dalam Bingkai: Penghuni Hutan TNGGP, Ardeshir Yaftebbi & Nurhuda (IMOSA), T. Bachtiar, Ronald Agusta, Deni Sugandi, Endang Arie Soedarmodjo, Primastuti Setianingsih, Malisa Sharin Navila, & Pendaki Lainnya di Hari Itu.

Lagu Senja

bait pertama terlahir di 8 Maret 2015. menjadi lengkap dalam perjalanan menuju Yogyakarta bersama Kereta Api tiga hari sesudahnya.

* * * * * * *

ucapkan salam pada Senja
meski ia tak jingga tak memerah
tersenyumlah kau pada Senja
agar ia pun merasa bahagia

bicaralah kau pada Senja
meski tanpa suara jawabnya
tersenyumlah kau pada Senja
hingga ia pun merasa bahagia

jelang malam dan menghilang
menyuguhkan tenang
berjanji esok kan lagi datang

buka malam lalu hilang
menyuguhkan kegelapan
dan berjanji esok kembali kan datang

Selamat Pagi! Ini Hari Senin ~,~/

dinyanyikan pertama kali kepada Langit di 2 Maret 2015. diendapkan sembari menunggu redanya kesibukan dan redanya ‘badai’ di tenggorokan. akhirnya (pagi ini) ya tidak tahan untuk berbagi juga meski suara belum pulih benar dan.. daaaan.. emmm.. baru bangun tidur, heuheuheu ~3~

iya, ketukan yang hidup dalam Rangkai Nada Sederhana ini mestinya lebih riang dari yang diperdengarkan. apa daya, kuat benar pengaruh masih kriyepan, hahaha *_*

selamat mendengarkan. semoga tidak menyakitkan pendengaran. dan, Selamat Hari Senin, Semesta Rayaaaa ~,~/

* * * * * * *

Gajah-gajah Awan lincah beterbangan
ramai Biru Langit penuh keriangan
Matahari tersenyum manis sekali
Anak-anak Kucing merdu bernyanyi

Capung-capung Kecil bersama Kupu-kupu menari
ramai Hijau Rumput, berbincang Embun dan Semut
Matahari terasa hangat sekali
dan seisi Bumi merdu bernyanyi