Category Archives: Fotografi

yang kutemukan dalam dera rinduku padaMu

apa Kau tahu ini pertama kalinya dalam perjalananku aku merasa pulang sebelum tiba di rumah yang di dalamnya selalu ada diriMu menunggu?

aku menemukan pelukMu. aku menemukan lembut senyumMu. aku menemukan rasa-rasa yang lazimnya tak akan terpenuhi sebelum benar-benar bertemu Kamu dan bersujud sungguh-sungguh, memohon maaf karena senangnya keluyuran melulu.

dan selalunya tempat yang segera membuatku jatuh cinta adalah pucuk-pucuk tertinggi itu. satu-satunya pilihan terbaik untuk kita bisa saling bertukar tatap dan cerita menurutku. meski, harus kuakui, seleraMu teramat sangat bagus. iya. ketika Kau menjadikan angin sebagai dinding, langit sebagai atap, awan-awan bergantian menghias, matahari selayaknya penerang.

jadi, boleh tidak jika sekarang saja kita atur posisi, ambil tempat, duduk di satu pucuk tertinggi terbaik yang, aaa, kali ini kuserahkan pilihannya padaMu?

aku sangat-sangat-sangat rindu 🙂

(foto oleh Fendi Siregar)
(foto oleh Fendi Siregar)

– – – – – – –
kolaborasi rasa bersama Fendi Siregar (Hutan Alas Purwo) dan Taufanny Nugraha (Sasmaya)

Pepohonan yang dicumbui Gelombang di suatu siang

diajak Matahari aku pada suatu siang, menghampiri keluk Pantai membalik selembar lagi halaman di Buku Pelajaran. ada diberinya tanda agar aku menanti dalam diam, mengamati baik-baik tanpa banyak rusuh gerakan, tak jauh dari sejumlah Bayangan yang jatuh tepat di atas pelataran Pasir muda kecoklatan. sedetik dua bertahan aku dari kedipan, kutemukan gambaran Kasih Sayang yang hidup bertumbuh tanpa saling meniadakan. sedetik tiga bertahan aku dari kedipan, bisa kurasakan Keindahan macam apa yang terbangun dari sewajah Ketidakegoisan. sedetik empat kemudian, Airmata sudah berderaian mendapati merdu cumbu Gelombang pada Pepohonan yang macam tak berkesudahan.

betapa mesra mereka yang berbeda. saling menghidupkan tanpa menghilangkan satu lainnya.

direngkuh Matahari aku pada suatu siang, menjauhi keluk Pantai, pertanda telah kuselesaikan selembar lagi halaman di Buku Pelajaran. dilepaskannya aku kembali berjalan, menyeruak Udara diam, menunaikan apa yang sudah seharusnya aku lakukan: menyampaikan Pesan.

– – – – – – –
Pantai Wediombo, 13 Maret 2015

(foto oleh: Ayu 'Kuke' Wulandari)
(foto oleh: Ayu ‘Kuke’ Wulandari)

perjalanan: jelang pukul sembilan

ke mana perginya Pepohonan
yang menggelung helai rambut Udara, Nak?
ke mana perginya Rerumputan dan Belukar
yang merajut Embun-embun di setiap Matahari akan datang?

semakin jauh aku berjalan,
semakin dalam Pemuliaan (Bumi) diupayakan,
semakin hilang Perbukitan,
semakin sayu Pegunungan,
Mata Air menghadapi kematian
di antara sangka masih panjanglah usia Kehidupan.

ke mana perginya Nyanyian Damai
yang diperdengarkan Penghuni-penghuni Kecil Semesta, Nak?
ke mana perginya kegairahan Musim
yang tak kenal melanggar ketetapan?

semakin jauh aku berjalan,
semakin nyaring dentum Kezaliman,
semakin hilang derai tawa Hutan,
semakin sayu Sungai bercakapan,
Masa Depan terancam tak dilahirkan
di antara sangka masih panjanglah usia Kehidupan.

– – – – – – –
11 Maret 2015, pagi, antara Bandung – Yogyakarta, satu menit menjelang pukul sembilan, diam-diam mengamati Dewa Bumi.

(foto oleh: Ayu 'Kuke' Wulandari)
(foto oleh: Ayu ‘Kuke’ Wulandari)

Matahari, terima kasih ^_^

Matahari, terima kasih sudah menemaniku bercakap-cakap sebentar pagi ini. sejujurnya aku mengakui bahwa di sini aku jauh lebih bisa menghayati detik-detik kehadiranmu meski tak ada Lautan Awan menghampar tepat di depan mataku yang kanan dan kiri.

Matahari, mungkin kau sudah tahu apa yang paling aku inginkan dalam hati. dan sekali lagi terima kasih karena sudah menguatkan agar aku tak pergi berlari meninggalkan apa yang sudah seharusnya diselesaikan bukan ditinggal pergi.

Matahari, bait-bait Cinta yang kau paparkan di Langit pagi tadi setidaknya masih menghidupi keyakinanku yang diserang kebingungan bertubi-tubi.

aku hanya selalu mengetahui, betapa kau (sebagaimana Langit) tak akan meninggalkan aku sendiri. tak akan pernah meninggalkan aku sendiri.

terima kasih ^_^

(foto oleh kuke)
(foto oleh kuke)

– – – – – – –
Wonosobo, 17 November 2014 05:33:16 WIB #with610 menghadapi Timur dan Sumbing