Tuhan, izinkan saya tidak lagi meminati dan mencita-citakan Surga.

Tuhan, izinkan saya tidak lagi meminati dan mencita-citakan Surga. saya enggan. yang tersaji di depan mata ini bisa jadi jauh lebih dari cukup buat saya. iya. selembar Daun yang mengajarkan berkehidupan, dan selipat Senja yang hangat menenangkan.

bukan, bukannya saya tak percaya bahwa SurgaMu pasti damai, mewah, nyaman, besar, luas, akan muat banyak. sama sekali bukan. saya hanya kian sulit menerima ragamcorak cara dari Manusia-manusia yang menginginkan akhir perjalanan jiwa mereka bermuara di dalamnya, memenangkannya macam Piala-piala, tanpa mengindahkan apa yang dengan semena-mena sudah mereka nistakan, mereka hilangkan, mereka makan daging dan minum darahnya atas nama Kebenaran yang sama sekali entah.

apa Kau tak merasa betapa mereka semakin tak malu-malu lagi ingin menjadi Engkau, membawa-bawa namaMu dalam upaya pembenaran tanpa lupa menyematkan kepangkatan ‘tuhan’ di pundak-pundaknya dengan sebegitu bangga? ya, mereka sudah pakai namaMu dengan satu huruf yang dikecilkan agar tak terlalu kentara. apa Kau tak merasa?

Tuhan, saya sadar saya sudah sering memberontak. tapi kesemuanya bukanlah tanpa alasan yang jelas. Kau Maha Mengetahui semua. sejak mula yang lebih mula.

(foto oleh: Ayu 'Kuke' Wulandari)
(foto oleh: Ayu ‘Kuke’ Wulandari)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s