seusai menjemput Embun Pagi

“Pasti ada alasan mengapa kamu memilih lahir dalam fisikmu yang sekarang. Kamu menjadi yang terkecil supaya kamu bisa belajar untuk tidak takut pada kekuatanmu sendiri.”

kalau kalian menemukan kalimat-kalimat yang diucapkan Liong pada Elektra (Petir) tersebut di halaman 653 Intelegensi Embun Pagi karya Dee Lestari, seberapa orang yang masih bisa bertahan untuk tetap menerimanya dengan tenang? mungkin tidak banyak, meski tak sedikit juga. tapi dari sedikit yang tak kelewatan banyak itu sudah terbayang akan beramaisahutan menyuarakan apa tanpa bermaksud membaca novel 700an halaman tersebut baik-baik dari awal.

“hei, manusia mana bisa memilih lahir sebagai siapa, dalam bentuk tubuh macam apa, dengan kekurangan dan kesempurnaan pesanan. Tuhan yang menentukan!”

begitu kan? 🙂

aku kebetulan lebih suka menerima kalimat-kalimat Liong tersebut hening-hening, dalam-dalam, sampai kemudian lama-lama mataku membasah dan hangat berapa kali pun aku membacanya ulang.

kenapa?

entahlah. bisa jadi hampiran terdekatnya karena aku hingga seusia ini masih berupayakeras menyemangati diri sendiri untuk terus berjalan dan tetap percaya bahwa atas segala apa-siapa yang diciptakan selalu ada yang Tuhan maksudkan. iya. tanpa pengecualian 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s