Hari Istirahat Tak Terbantahkan

urusan ‘berdamai dengan diri sendiri’ itu mungkin baru benar-benar aku kenal sejak 20 tahun lalu. segala soal menahan keinginan, segala soal mengalihkan lajur cita-cita, segala soal mengenal batas kekuatan tubuh, segala soal kebandelan dan keraskepala yang keterlaluan karena tidak mau cuma manisdiam hingga akhir hayat, ternyata sudah sejauh ini berjalannya 🙂

maka padamu yang telah berdiam begitu lama macam Kurama dalam raga Naruto: terima kasih banyak. tak soal seberapa masa lagi kau bisa kutahan tenang: terima kasih banyak. meski kau seakan tampak menghambat laju, tanpa keberadaanmu belum tentu aku akan lebih mampu mencapai banyak hal. dalam kesadaranku: kau bukanlah penyebab kegagalan-kegagalan. dalam pemahamanku: kau tak pernah jadi penyesalan 😉

Advertisements

2 thoughts on “Hari Istirahat Tak Terbantahkan”

  1. Berdamai dengan diri sendiri. Ya, mari berdamai dengan diri sendiri. Kemudian memberi penghargaan karena sudah bertahan sejauh ini. Sambil berusaha bertahan lebih lama lagi. Meski kadang tampak sangat tidak mungkin. Entah, saya menganggap ini sebuah kontemplasi! :haha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s