di sisa Petang menjelang kedatangan Senja

di sisa Petang ini bukannya aku melanjutkan istirahatku dengan manis, Kala. sama sekali tidak. aku malah sibuk bolak-balik mengamati rekaman wajah para Bocah yang dihasilkan oleh si PanDi dan SenLima beberapa hari lalu; lantas tanpa alasan berbelok arah di beberapa menit terakhir kemudian.

entah bagaimana awalnya. percuma saja jika kemudian kau mencecarku dengan ribuan tanya. entahlah. entah. benakku tiba-tiba saja tergerak mencari tanpa henti ingatan akan sepasang Sepatu Berwarna Bumi yang ia kenakan di jumpa pertama dan kedua yang kami punya.

iya. ia. Lelaki Bermata Danau yang membangunkan sekerumunan Kupu-kupu hingga terus berkepakan dalam tubuhku, berdekatan jantung, tanpa meminta izin terlebih dulu.

aku bisa saja mengartikan ini sebagai sebentuk Kerinduan yang terbangun dari tidurnya, Kala. kau sendiri sudah tahu aku memang tak berniat melanjutkan apa-apa. tapi aku tak akan sembarangan mengartikannya kemudian sebagai Cinta. kau pun paham aku telah membuatnya matisuri dengan paksa karena enggan melukai siapa-siapa.

di jelang kedatangan Senja ini bukannya aku melanjutkan ketakterhubunganku dengan Dunia untuk sementara, Kala. sama sekali tidak. aku malah sibuk dengan sadar menjerumuskan diri kembali dalam kerumitannya.

dan itu, sungguh entah bagaimana awalnya.

[sumber foto ilustrasi: pixabay.com]
[sumber foto ilustrasi: pixabay.com]
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s