di 13509 hari usia

sesudah beristirahat pecicilan sekitar sebulan, emmm, akhirnyaaaa, euuu, aku membandel lagiiiiii ~,~/ *malah bangga*

sempat ragu. sempat malas-malasan. lalu kesiangan di hari keberangkatan. sampai akhirnya merasa cukup dengan membawa si Ultra untuk memuat perbekalan, sementara Niki dibawa dengan si Neneng Consina, dan Fox ditinggal bertugas menjaga Kotak. sampai akhirnya merasakan kembali naik Primajasa jurusan Bekasi, duduk bersebelahan dengan seorang Kakek yang aroma Minyak Angin-nya sangaaaat khas, serta membayar 22ribu Rupiah untuk kemudian turun di Ciganea. pertama kali merasakan perjalanan menuju Plered dengan Angkutan Hijau Terang selama kira-kira 30 menit dengan ongkos 8 ribu Rupiah. tanpa lama-lama berbimbang durja memilih naik Angkutan Spesial berbiaya 12 ribu Rupiah ketimbang Ojek untuk bisa mencapai Cihuni, berkenalan dengan dua orang Nenek yang tinggal berdampingan Gunung Bongkok di Cikandang dan menyayangkan aku datang di bulan puasa yang bertepatan dengan Bulan Larangan mendaki gunung tersebut. tiba disambut tatapan “heh? ajaib!” karena Akang Pengemudi Angkutan Spesial menurunkan aku tepat di tempat Kawan-kawan Jantera yang sedang melakukan Omdoxpedition menginap. heuheuheu.

sebagai Penyusup yang juga terlambat datang, pemanasanku di Tower 3 Parang tidak disertai 2 perlengkapan yang oleh para Pemanjat Tertib dinyatakan (digarisbawahi, dicetak miring dan tebal) sebagai kewajiban: Helm dan Sepatu Panjat. kenapa? ya tentu saja karena sedang dipakai oleh Kawan-kawan yang berkepentingan serius menyelesaikan ekspedisi mereka ~_~

aku raba-raba kaki Julangan Andesit itu untuk mengukur seberapa panas ia. aku amati jalur yang membentang di depan mata sembari memikirkan kemungkinan-kemungkinan, termasuk untuk naik dengan memakai Sepatu Trekking yang sudah melapis kaki sejak dari Bandung. aku menikmati 4 orang Pemanjat yang sedang bergerak turun sambil ngobrol-ngobrol dulu dengan si Novi. begitu Matahari mulai meredupkan kegairahannya yang sangaaat cemerlang, ketika sudah diizinkan untuk mencoba naik bertelanjang kaki juga kepala (iya, bagian yang ini tidak usah ditiru, tak apa disebut sebagai contoh yang buruk juga, bisa diiklaskan, heuheuheu), tentu saja aku sangat senang *_*

ternyata, lain Citatah, lain Parang. Batuan yang ditemukan berbeda. permukaan keduanya sudah tentu berbeda. karakter Jalur Pemanjatannya sangat berbeda. aku menikmati sensasi kesemuanya di kulit tangan dan kakiku. sungguh tak bisa dibeli di mana pun *_*

lantas, apa rasanya berada di ketinggian 25-30 meter di atas permukaan tanah dengan pijakan seada-adanya, Kuk? emmmm, bahagiaaaaa ~,~/

tapi ya tentu saja tidak boleh gegabah di atas sana. Kait dan Tali Pengaman harus dipastikan terpasang. bergerak ya harus penuh perhitungan. meski itu sekadar membalikkan badan, ingat: berhati-hatilah. dan di atas sana, ehem, ndak perlu kebanyakan gaya-gayaan. harus tetap ingat bahwa diri sendiri tidak punya sayap buat terbang, pun bukannya tak akan patah-patah kalau sampai jatuh ke bawah. heuheuheu ~3~

ah ya, hal baru sekaligus pelajaran baru dan penting dari pemanjatan di Parang kemarin sudah tentu aku catat dan ingat baik-baik. apa saja? emmm, (1) asyik, sudah boleh tidak di-belay; tapi (2) harus sangat memperhatikan bagaimana kemudian caranya memasang dan menggunakan Ascender; (3) harus teliti memasang Pengaman ketika sudah sampai di Pitch; (4) harus bisa memasang Tali ke Figure 8 untuk keperluan turun sendiri; (5) tidak boleh lupa posisi tangan ketika turun; (6) status ‘clean’ adalah ketika semua peralatan sudah lepas dari Tali Pemanjatan; (7) tampaknya jika akan serius menekuni kegiatan ini ya harus mau menabung untuk sepasang Sepatu Panjat dan Sarung Tangan ~_~

(foto oleh: Novi Kristanti)
(foto oleh: Novi Kristanti)

sesudah beristirahat pecicilan sekitar sebulan, akhirnya aku keluar Kotak juga. tak tanggung-tanggung, mlipir hingga ke Purwakarta. bukan untuk kemudian dilihat dan dipuji siapa-siapa. bukan untuk alasan-alasan yang telanjur atau malah tetap jadi prasangka sejumlah orang di luaran sana. ya karena aku suka saja. ya karena aku ingin menyamankan diriku sendiri saja. ya karena aku memerlukannya untuk diriku semata. emmm, euuu, biar berdekatan dengan Langit yang sesayang itu padaku juga ~_~

akhirul kalam, terima kasih banyak buat Pei, Imam, Asep, Gilang, Novi, dan Jubed yang sudah membiarkan aku ikut bersenang-senang. sampai nanti kurusuhi lagi yaaaa ~,~/

– – – – – – –
05.07.2015 :: Gunung Parang, Purwakarta, Indonesia 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s