maka bagaimana caramu membahasakan kasihmu pada Bumi dalam larik-larik Puisi?

sekali lagi, kutanyakan di petang ini: jika sungguh kau pandang Bumi selayaknya Ibu yang kau kasihi, maka bagaimana caramu membahasakan kesemua itu dalam larik-larik Puisi?

sekali lagi, kutanyakan di petang ini: jika sungguh kau rasa Bumi sepatutnya hidup sehat berbahagia hingga lebih dari satu, dua, bahkan puluhan tahun lagi; maka bagaimana caramu mengupayakan ia tak cepat mati sebelum masanya mati?

menghidupinya dengan segenap detak, darah, hati, pikir, tangan, juga kaki? atau meracuninya dengan pesimisme dan kegelisahan yang sebenarnya perwajahan ketakutanmu sendiri?

sekali lagi, kutanyakan di petang ini: jika sungguh kau pandang Bumi selayaknya Ibu yang kau kasihi, maka bagaimana caramu merayuhidupinya dalam larik-larik Puisi yang tak cuma berarti buat dirimu sendiri?

jawablah tanpa usah membuang satu pun Kata, tentu seusai kau berpikir.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s