Pendakian Gunung Gede

berjalan bukan sekadar berjalan. terus berjalan, namun puncak tertinggi di titik 2.958 m. dpl bukanlah tujuan. tak boleh sampai terlupa menyapa seisi Hutan di sepanjang perlintasan. karena mereka lah Tuanrumah dan kita hanya Pendatang yang sebatas singgah lalu kembali pulang. tanamkan itu dalam-dalam.

berjalan bukan sekadar berjalan. terus berjalan, namun mengabadikan keberadaan diri bukanlah derajat tertinggi pencapaian. karena pemaknaan tak akan utuh diperoleh tanpa pernah ada percakapan, persentuhan, dan sejenak hening mengambil masa bermesra bersama Semesta nan raya. tempatkan diri sebagaimana mestinya Manusia tak hanya ketika sedang bersama Manusia.

berjalan bukan sekadar berjalan. jika kau berjalan, maka upayakan lah untuk tetap menjadi keberkahan. karena Kalamakara sesungguhnya tak pernah bilang-bilang kapan ia akan membawakan padamu kejutan-kejutan yang bahkan tak pernah sesiapa pun bayangkan.

= = = = = = =

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) 15-16 Mei 2015 bersama IMOSA (Indonesian Mountain Specialist)

Dokumentasi Foto: Ayu ‘Kuke’ Wulandari | Musik Latar: SASMAYA – Taufanny Nugraha feat. Kuke | Terikutserta dalam Bingkai: Penghuni Hutan TNGGP, Ardeshir Yaftebbi & Nurhuda (IMOSA), T. Bachtiar, Ronald Agusta, Deni Sugandi, Endang Arie Soedarmodjo, Primastuti Setianingsih, Malisa Sharin Navila, & Pendaki Lainnya di Hari Itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s