Bidadari, aku mau pelukmu

hai, Bidadari. kalau sepagi ini aku mengibarlambaikan selembar besar Bendera Ungu di tempat biasa aku melangit, apa kau akan terketuk untuk terbang turun sebentar? di bawah Biru cerah begini aku tak bisa ringan meminta agar Tuhan memelukiku dalam Hujan. sementara hangatmu sudah terlalu lama pergi meninggalkan. aku rindu. rasanya sudah mengubun. aku tak mau terdengar lantang mengeluh. aku mau pelukmu yang tak akan pernah tergantikan itu.

– – – – – –
**buat: Dewut

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s