bagimu agamamu, dan bagiku agamaku

sebagaimana aku yang tak mengusik apa pun keyakinanmu, maka aku pun berharap kau berbaik hati dengan tidak mengusik apa pun yang menjadi keyakinanku 🙂

maaf bila agamaku tak tampak dengan memajang bentuk rumah ibadah atau mengenakan pakaian tertentu. maaf bila agamaku tak tampak dengan ribuan kali dalam sehari melisankan/menuliskan kata/kalimat dalam bahasa kitab suci macammu, juga “mengkaji” tautan-tautan yang berisi apa yang sebenarnya lebih kau butuhkan untuk sendirinya dirimu.

aku menaruh agamaku di tempat yang sungguh tak patut kau cari-cari tahu untuk sebatas kepentingan berkata “kita sama!” atau “kita beda!” atau “kamu tersesat!” atau entah-apa-segala-macamnya demi menempatkan aku dalam benar-salah begitu. aku menyimpan agamaku di sudut-sudut yang bisa jadi setiap detik kau lintasi tanpa pernah menoleh karena kau anggap itu sama sekali tak perlu. aku tak mau melekatkan agamaku di panji-panji yang kemudian mudah merajuk karena sangat ingin dijadikan agama baru.

bagimu agamamu, dan bagiku agamaku. semoga itu lebih dari sekadar cukup 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s