dan seusai berhujanan di rembang petang

Bumi mewadahi Puisi-puisi
yang berjatuhan bersama Hujan,
sesekali ada Halilintar bertandang
mengingatkan untuk mengganti Keranjang;

bisa kudengar Rerumputan bersorak-sorai,
bisa kutemukan Kepik-kepik mencari Daun Teduhan,
lalu kudapati Pepohonan merdu bernyanyian,
dan terhirupi sudah kenikmatan di Udara yang berlipatan,
pun menyejukkan kaki adanya Air yang mengalir
tanpa menenggelamkan Jalanan;

Senin ini, di sini, rembang petang,
Pelangi dan Matahari mengintip malu-malu
tanpa bermaksud meminta perhatian,
begitu pun Angkasa yang berubah keabuan.

– – – – – – –
23.03.2015. seusai berhujanan. dengan senang 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s