Pepohonan yang dicumbui Gelombang di suatu siang

diajak Matahari aku pada suatu siang, menghampiri keluk Pantai membalik selembar lagi halaman di Buku Pelajaran. ada diberinya tanda agar aku menanti dalam diam, mengamati baik-baik tanpa banyak rusuh gerakan, tak jauh dari sejumlah Bayangan yang jatuh tepat di atas pelataran Pasir muda kecoklatan. sedetik dua bertahan aku dari kedipan, kutemukan gambaran Kasih Sayang yang hidup bertumbuh tanpa saling meniadakan. sedetik tiga bertahan aku dari kedipan, bisa kurasakan Keindahan macam apa yang terbangun dari sewajah Ketidakegoisan. sedetik empat kemudian, Airmata sudah berderaian mendapati merdu cumbu Gelombang pada Pepohonan yang macam tak berkesudahan.

betapa mesra mereka yang berbeda. saling menghidupkan tanpa menghilangkan satu lainnya.

direngkuh Matahari aku pada suatu siang, menjauhi keluk Pantai, pertanda telah kuselesaikan selembar lagi halaman di Buku Pelajaran. dilepaskannya aku kembali berjalan, menyeruak Udara diam, menunaikan apa yang sudah seharusnya aku lakukan: menyampaikan Pesan.

– – – – – – –
Pantai Wediombo, 13 Maret 2015

(foto oleh: Ayu 'Kuke' Wulandari)
(foto oleh: Ayu ‘Kuke’ Wulandari)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s