perjalanan: jelang pukul sembilan

ke mana perginya Pepohonan
yang menggelung helai rambut Udara, Nak?
ke mana perginya Rerumputan dan Belukar
yang merajut Embun-embun di setiap Matahari akan datang?

semakin jauh aku berjalan,
semakin dalam Pemuliaan (Bumi) diupayakan,
semakin hilang Perbukitan,
semakin sayu Pegunungan,
Mata Air menghadapi kematian
di antara sangka masih panjanglah usia Kehidupan.

ke mana perginya Nyanyian Damai
yang diperdengarkan Penghuni-penghuni Kecil Semesta, Nak?
ke mana perginya kegairahan Musim
yang tak kenal melanggar ketetapan?

semakin jauh aku berjalan,
semakin nyaring dentum Kezaliman,
semakin hilang derai tawa Hutan,
semakin sayu Sungai bercakapan,
Masa Depan terancam tak dilahirkan
di antara sangka masih panjanglah usia Kehidupan.

– – – – – – –
11 Maret 2015, pagi, antara Bandung – Yogyakarta, satu menit menjelang pukul sembilan, diam-diam mengamati Dewa Bumi.

(foto oleh: Ayu 'Kuke' Wulandari)
(foto oleh: Ayu ‘Kuke’ Wulandari)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s