Sekisah Angin Penunggang Naga

namaku: Angin. rumahku ada di Ujung Cakrawala itu. kabarnya, ke mana pun aku mengalun, ada Langit yang selalu menjaga tanpa pernah terlupa menyelipkan rupa-rupa wujud kasih buatku.

ada satu masa — ketika aku tengah menikmati bermain di sekitar pelataran menanti Batari Ibu selesai menitahkan satu-dua resep baru pada Poseidon yang tak mau berhenti sibuk di dapur pada setiap kedatanganku — aku dihadiahi sebuah petualangan baru. ada Tetua Naga Laut yang menyapa, tersenyum, mengajakku berbincang ramah, menawarkan aku untuk duduk di atas kepalanya, lalu (anehnya) sama sekali tak terkejut saat aku seketika menjadi liar melantangkan “Appa, yip yiiip!” dengan teramat sangat riang. ia sontak mengajakku #melangit terbang sejauh-jauh tak pernah terbayang, seperti tak pernah sebebaslepas itu bahkan.

namaku: Angin. rumahku ada di Ujung Cakrawala itu. Batari Ibu bilang Tetua Naga Laut sudah menyukaiku, karena ada ia berpesan tentang Izin Singgah Abadi yang diberlakukannya bagiku kapan saja aku mau, kapan saja aku perlu.

tiba-tiba aku disergap rindu. tiba-tiba terasa menjalar kembali hangat peluk dan kecup di perpisahan kami pada hari itu. aku bisa mendapati aroma Tetua Naga Laut dalam samar dingin yang menemani bangun pagiku. aku disergap rindu.

(foto oleh Ronald Agusta)
(foto oleh Ronald Agusta)

– – – – – – –
pembukaan November 2014. dipotret oleh Pak Ronald sewaktu kami #mengangin ke Karang Antu, Teluk Ciletuh, Sukabumi Selatan ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s