Catatan Kecil #pergiketimur #3

sore pertamaku di Ohoi Ngilngof dipenuhi Jejak Hujan dan Abu-abu. Matahari sama sekali tak kuasa melerai ketertautan Awan-awan yang menutup rapat Garis Cakrawala dan menjauhkan Kecerahan dari Senja yang menunggu. tapi tak ada sedihku. bahkan tak terlintas sedikit pun kecewaku. tetap saja kubebaskan sepasang kakiku mencumbu luas Pasir Putih Tepung, membiarkan Niki merekam beberapa hal yang aku maksud, dan mengabaikan berpasang-pasang mata yang ada di sudut lain pantai saat itu. sampai ketika melintas lima orang Pemuda tepat didepanku. mereka yang tentu saja sudah melihat polahku dari jauh.

Kakak, foto kita dong.“, salah satu dari mereka ramah riang meminta dan ringan pula kujawab dengan anggukan berlanjut aba-aba.

klik.. satu kali..

klik.. dua kali..

tanpa ragu aku merekam pose dan senyum bersahabat kelimanya. lalu tak lupa melambaikan tangan dan mengudarakan ucap “terima kasih” sebelum mereka berlalu dan aku kembali membiarkan diriku sebebas aku suka.

terima kasih Kakak cantik.“, aku sempat terhenti lalu menoleh kembali dan kami semua sama renyah tertawa.

sore pertamaku di Ohoi Ngilngof dipenuhi Jejak Hujan dan Abu-abu adanya. tapi semua itu luruh menjadi Pelangi bersamaan alir Udara. begitu saja 🙂

(foto oleh kuke)
(foto oleh kuke)

– – – – – – –
5 Agustus 2014 :: Ngur Bloat, Ohoi Ngilngof, Nuhu Roa, Kepulauan Kei, Maluku Tenggara

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s