Dua Rangkai Cerita: Kami #2B

Rangkaian Kedua Gerbong B

entah apakah siang memang begitu panjang, atau tidurnya Bumi yang begitu lapang. aku sudah mondar-mandir Kebun Kecilnya mengamati Jeruk-jeruk Mungil siap petik. aku sudah melangit sembari tetap jaim tak merambah Rerumputan untuk baring-baring. aku sudah membereskan Perkakas Masak dan Perangkat Makan-Minum yang antri di Bak Cuci Piring.  aku sudah hampir tergoda untuk membuat keributan dengan Gitar yang tergantung rapi di dinding seperti kemarin-kemarin. aku sudah kenyang dengan film-film seru sliweran di Tipi Kabel. aku sudah tenang-tenang tak perlu mandi pagi. aku berpuas-puas menikmati Tahta Sofa tanpa interupsi. dan ia belum juga bangun. ia tertidur nyenyak seperti sudah tak merasakannya bertahun. kupikir, “ya sudah. tak apa. toh aku masih bisa puas-puas melihat wajah tidurnya. toh hari Sabtu begini aku pun terbiasa begitu. hibernasi. tidur sepuas aku mau.” ~_~

lagipula Rumah Hijau ini begitu nyaman. tak perlu kehadiran Penyejuk Ruangan pun sudah membuatku merasa betah berlagak macam si Pemilik Betulan. dan membuatku jadi berangan-angan. entah terlarang entah sudah benar, aku jadi terlalu jauh berangan-angan.

(foto oleh kuke)
(foto oleh kuke)

*bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s