aku ingin pria seperti Bapak

seharian ini, sembari bertahan menghindari Langit dan Matahari dengan berat hati, aku berusaha keras tidur dalam baring. tapi kenyataannya lain. rasanya otakku tak mau berhenti berpikir sambil terus saja memutar ingatan akan banyak hal tanpa disortir. dan hadirlah Bapak. dan hadirlah bagian ingatan ketika aku pertama kali menetapkan ingin pria seperti apa kelak dalam rangkaian masa depan.

waktu itu usiaku belum masuk remaja. waktu itu Ibu sedang sakit keras. waktu itu kali pertama aku melihat Bapak menggendong Ibu, kemudian menempatkannya di kursi dengan lembut dan berusaha memastikan Ibu merasa nyaman. waktu itu kami sedang berada dalam sebuah perjalanan jauh dengan Bus. waktu itu, dalam begitu banyak kesempatan membuka mata, aku melihat Ibu yang pucat dan tak bisa banyak bergerak tertidur nyaman di pangkuan Bapak. waktu itu, meski tak ada sentuhan berlebih atau saling mengumbar kecup, aku bisa menangkap tatap penuh cinta dan percaya dari keduanya.

seharian ini, sembari berusaha keras menepati janji untuk tidak membandel lagi, aku disambangi bagian ingatan ketika aku pertama kali menetapkan ingin pria seperti apa kelak dalam rangkaian masa depan.

aku ingin pria seperti Bapak. pria yang tidak begitu saja mengabaikan dan meninggalkan kekasihnya ketika tengah lara. pria yang menepati kata-kata dengan tetap menjaga. saling menjaga. hingga akhir hayat itu nyata.

(foto koleksi pribadi si kuke) Bapak, Ibu, aku
(foto koleksi pribadi si kuke) Bapak, Ibu, aku
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s