waktu Nona Kabut mendekat datang

aku bisa mendengar kabar yang dibawakan Angin barusan. katanya rombongan Keluarga Kabut akan segera melintasi jalanan. aku terkesiap, nyaris tak percaya, lalu bergegas membersihkan mata dan merapikan Dedaunan sampai penampilan Ranting di sekujur badan. biasanya Nona Kabut yang telah kumantrai hatinya itu tak akan mau ketinggalan sendirian. penuh khusyuk kupusatkan pikiran agar seluruh pori-pori tubuhku mengenalinya yang akan segera datang.

dingin lapis Udara meningkat perlahan. aku tahu inilah tandanya rombongan Keluarga Kabut akan segera memenuhi pandangan. aku rasanya tak bisa menahan sabar. kutempatkan Saputangan Jingga pemberian Nona Kabut di pertemuan terakhir kami agar ia segera mengenali aku tanpa kesusahan. deg-degan. sekujur tubuhku bahkan terikut gemetaran. tak bisa membayangkan pesona apa lagi yang akan diterbitkan oleh kecantikan Nona Kabut pujaanku bila dia tepat mengecupku nanti tanpa sungkan.

(Kabut menutupi Pepohonan -- Mutia)
(Kabut menutupi Pepohonan — Mutia)

– – – – – – –
*inpirasi: ya itu. foto-nya Mutia itu. Mutia yang Kawan Kecil-ku di Semi Palar. heuheuheu ~3~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s