lagi sedih

#1

aku tak menampik kehadiran rasa sedih, ianya pun punya peranan penting. tapi aku sulit membiarkannya lama bermukim. prasangkaku ia mengancam kehidupan Matahari di dalam sini.

#2

adakalanya aku senang tergesa. ada kalanya aku jauh lebih menikmati bengong-bengong sembari santai ngemil Kripik Tanpa Rasa. malam ini yang mana? akankah memantrai Papan Aksara dengan Sihir Jemari atau kembali hening menarikan Pena di atas lembaran kosong Buku berkawal Nakula-Sadewa? entah. aku belum serius memikirkannya. atau mungkin sudah? ah, entah juga. iya.

#3

mungkin pada akhirnya aku memilih urung memantrai Papan Aksara juga tiada memaksa Jemari bergerak tanpa keiklasan. terang kumatikan. gelap kunyalakan. mata kupejamkan. aku terlalu merindukan kau (Bumi) sampai tak bisa membuat segaris senyum pada selembar panjang kesedihan. sudah.

#4

jadi, ini sebenarnya kangen atau sedih? euuuummm, ndak jelas juga ~3~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s