jadilah Angin

ambil sebanyak-banyaknya Udara yang kau perlu, Mungil. hiruplah dan jangan lepaskan hanya dalam sedetik. dengarkan apa yang sudah banyak kau dengarkan dari pelarian-pelarian semalam, kemarin, juga waktu-waktu sebelum semalam dan kemarin. pejamkan mata lalu telusurilah semua yang telah kau rekam di seutuh delapan penjuru tanpa terlewat meski satu serpih. tak ada yang sama sekali mudah, tak ada juga yang sama sekali tak mungkin kau balikkan dari sewajah susah. lihat jiwamu. lihat baik-baik inti jiwamu.

lepaskan gelisah dan ketakutanmu, Mungil. lepaskan semua amarah dan segala apa yang tak akan membuatmu mampu terbang juga bertumbuh. buang semua keraguanmu. jadilah Angin. segeralah susuri berlikukan Sungai. pulanglah ke Laut. rasuki Angkasa. ciumi Bumi dan semua kehidupan besertanya. rengkuhi Bulan, Bintang, serta Matahari. ambil dan bawalah semua Doa-doa di pucuk Pohon tertinggi. tersenyumlah karena Tuhan sudah begitu menanti. kau dengan utuh jiwamu. kau yang utuh menyatu dengan jiwamu.

satu lagi, Mungil: tersenyumlah untukku ~_~

– – – – – – –
*seusai nekad melarikan diri ke Negeri Bintang. setelah tertidur bersama hangat lalu terbangun dan kembali bisa menuliskan semua ini tanpa terlampau menuakan Waktu. sungguh aku terharu. bahagia itu penuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s