satu masa ketika Hujan lama bertandang

ada tersimpan dalam ingatanku: satu kali — ia menyampaikan kemungkinan bahwa bermain dengan Hujan lah yang membuat panas tubuhku meninggi hingga bermalam-malam. tapi hanya saat itu, ya satu kali itu, dan sesudahnya tak pernah ada lagi ia berkata “jangan” atau lain kemungkinan-kemungkinan. dibiarkannya aku bersenang-senang. sibuk disentuhi juga meneguk mana saja dari seluruh Butir Hujan. meski bisa jadi ada ditahankannya kecemasan-kecemasan bahwa akan jatuh sakitlah aku seusai bercumbu tanpa ragu dengan Hujan.

ada terbetik tanya dalam hatiku: berkali-kali — setiap saat Hujan hanya turun sedikit juga sebentar — apakah Kekasihku sering secara khusus meminta agar Butir Hujan jangan banyak-banyak datang? tapi tak apa. setidaknya ya hari ini saja. pasti ia tahu betapa aku merindukannya lalu membiarkan Hujan memeluk serta menghiburku sampai ketakseimbangan itu lenyap tanpa sisa. meski bisa jadi ada kuat-kuat ditahankannya kecemasan-kecemasan pula di seberang sana.

– – – – – – –
*Bandung. tengah hari sudah lewat. dan bertandanglah mereka: Hujan

(foto oleh kuke)
(foto oleh kuke)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s