berbicara tanpa terdengar bicara

aku sedang malas bicara. hari ke hari rasanya semakin parah saja. tidak banyak orang bersedia kusahuti bicara. bahkan secara tulisan, ya aku abaikan juga. ah, kuk, kamu kenapa? entahlah.

aku sedang enggan bicara. hak untuk diam kujadikan alasan. tapi aku tak berhenti merekam semua lalu menyampaikannya dalam bentuk visual. alih-alih paham, orang-orang lebih suka sibuk berkomentar.

aku tak bisa berjanji akan segera ingin untuk kembali riuh bicara. hari ke hari rasanya malah semakin tak perlu saja. jangan salahkan si Pico atas terjadinya. ia justru banyak membantuku tetap bicara meski lain bentuk adanya.

(foto oleh kuke)
(foto oleh kuke)

Advertisements

2 thoughts on “berbicara tanpa terdengar bicara”

    1. mbak Dididiiii, terima kasih sudah mampir ^_^ emmm, bagaimana ya? menurutku tidak juga selama memang kita membiasakannya atau minimal sekali lagi mencobanya. terkesan sulit terkesan tidak mungkin tetapi sebenarnya bisa, karena (aku yakin) pada dasarnya setiap ciptaan diberi kemampuan itu. yaaa se-ma-cam emmm bagaimana seorang yang tidak bisa melihat melalui mata tapi bisa melihat melalui hatinya ~_~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s