Preparasi Gigi

Pagi. Senin. Langit Putih Abu. lesu. Udara terasa begitu lesu. ada Matahari pun sepertinya tak terlalu berhasil membuat jelangan perpisahan akhir tahun ini jadi penuh semangat menurutku. tapi, aku tak peduli itu ~_~ aku tetap percaya sebuah Senyum tak butuh Hari Cerah sebagai alasan untuk disebarkan merata utuh.

Pagi. Senin. Langit Putih Abu. dingin belum terlalu beku. aku ada janji dengan Dokter Lina yang menangani gigi depan patah itu. alhasil aku memang harus bangun awal juga bersikeras mandi pagi meski rasanya beraaaat sungguh. iya, mandi pagi a-da-lah hal paling berat menurutku. masih, aku memang masih seperti yang dulu ~3~

042. menunggu di Ruang Tunggu. 4. menunggu di Ruang Tunggu. ada sekitar satu jam yang aku perlu untuk celingukan dengan manis di kedua Ruang Tunggu. macam-macam pemandangan yang tak sengaja aku temu. tapi memang aku cukup terkejut karena justru di hari libur (bagi para Pelajar) macam ini RSKGM malah penuh. baru pukul delapan pagi saja angka antrian sudah hampir mencapai empat puluh.

beberapa menit segera setelah Dokter Lina datang, aku dipanggil ke ruang Prosthodonti  yang kebetulan bernomor 10. seperti biasa (sebagaimana waktu-waktu sebelumnya) Kursi Periksa Gigi paling kiri di ruang yang berukuran sekitar 4×3 meter persegi itu menjadi tempat bersandarnya punggungku. hanya saja ini semua akan lebih lama dari yang lalu-lalu.

aku harus kuat menahan pegal karena terus membuka mulut. di banyak kali, bibir bagian atas disumpal Kain Kasa Berbungkus ukuran kecil agar memberi ruang pengerjaan yang cukup. aroma hangus akibat tulang (baca: gigi) bertemu Mata Bor Gigi terus-menerus tercium, bahkan jejak debu putihnya menempel manis di sekitar hidung. ada juga aroma Cairan Perekat Khusus mampir sekitar dua kali tak jauh dari situ. sungguh pengalaman baru buatku. dan ini jauuuuh lebih seru dibanding ketika bertahun-tahun lalu para Ahli Orthodonti merawat gigi-gigi masa remajaku. iya, jauh lebih seru! ~,~/

(foto oleh kuke)
(foto oleh kuke)

beberapa hal yang menjadi catatan khusus buat mata dan ingatanku selama proses preparasi adalah: (1) keberadaan “pin” yang dipasangkan di gigi yang patah itu — Sekrup berukuran kecil yang akan memperkuatkan sambungan gigi; (2) Pistol UV — aku menamainya begitu karena bentuknya memang seperti Pistol Mainan Futuristik dan mampu mengeluarkan sinar UV untuk bantu mengeringkan Cairan Perekat Khusus dan juga (semacam) Semen Putih; (3) aku harus duduk tegak dan tetap tenang ketika menjalani proses pembuatan Cetakan Gigi — ternyata masih sama seperti pengalaman dua puluhan tahun lalu, aku terserang panik ketika bagian gigi atas menjalani proses pencetakan, didera rasa ingin muntah yang keterlaluan sekaligus mendadak sesak. akhirnya Dokter Lina (yang terkejut melihatku sampai pucat berairmata dan terjebak di kondisi macam itu) memutuskan melakukan pengulangan dan menahanku duduk tegak serta memandu bernafas (mengambil Udara dari hidung dan mengeluarkannya melalui mulut). sudah. sukses! di proses pencetakan kedua untuk gigi atas; (4) bagaimana pun Gigi Palsu itu kenal pecah — hasil menguping kasus di kursi sebelah, heuheu.

Siang. Senin. Langit masih diselimuti banyak Putih dan Abu. sekitar satu jam (ternyata) diperlukan untuk mempersiapkan sambungan bagi gigi patahku yang manis di bagian depan itu. A2 menjadi warna pilihan untuknya yang baru akan selesai di sekitar awal-tak-sampai-belasan Januari di tahun baru.

Siang. Senin. Matahari sepertinya sedang kalah cemerlang dengan Awan-awan Putih Abu. aku berbelok arah. perutku sudah mengirimkan sinyal begitu jelas. hingga akhirnya seporsi Sup Tahu Seafood yang setara dengan jatah lahap 2-3 orang atau 3-4 Mangkuk Kecil, dan seporsi Nasi Goreng Bebek, serta segelas Kuan Yin Tea Manis Dingin tak kusia-siakan di meja termangu.

“Yu, itu giginya jangan dipakai menggigit dulu ya. pakai gigi kiri atau kanan. soalnya kan giginya saya kecilin, ditipisin juga. ya? jangan lupa. jangan bandel.”

terngiang pesan Bu Dokter Gigi yang merawatku. tak ayal jadilah tersenyum. bukan hanya harus sekali lagi bersabar untuk kedatangan dan pemasangan si Baru. aku juga masih belum boleh membandel dulu ~_~

(foto oleh kuke)
(foto oleh kuke)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s