Angin di Tepi Langit

tak pula kesemuanya ini dinamakan kehilangan arah. bahkan sama sekali terasa sulit menafsirkan segala yang tanpa dampingan Kata-kata. aku bertanya, Tuhan belum mau menjawab. aku terus bertanya, Tuhan cuma menyunggingkan senyum juga menghadiahkan elusan. di sini, tepat di ubun-ubun kepala.

bisa jadi ini bukannya aku yang kehilangan arah. ada sesuatu yang baru yang akan menggenapkan kegelisahan jiwa. samar terdengar itu adalah damai yang belum aku tahu bentuk juga maknanya. membabibuta kucari Pepohonan juga Langit meski sadar tengah tak bisa terbang jauh dari menapak. terus mencari ketika semakin nyata Bumi mendampingi punggungku sampai menghangat. perlahan tenang saat terasa kekasihku itu mengecupku dari kejauhan.

ini semua bukan tentang kehilangan arah. aku menjelma Ulat terbungkus tak bisa ke mana-mana. bersabar menanti tanpa pernah tahu akan menjadi macam apa. menyibukkan diri menumpuk Doa-doa di setiap Dedaunan hingga mencapai Pucuk agar dekat ke Langit sana. aku jelas melihat Tuhan tersenyum seulasan Bintang juga Rembulan. aku jelas bisa merasa tangan-Nya menyambut dan membantuku agar sampai di batang ternyaman untuk menghabiskan malam.

namaku: Angin. di Tepi Langit aku berharap menemukan kekuatan juga jawaban. entah bagaimana caranya. entah bagaimana jalannya.

(foto oleh Oman Abdurahman)
(foto oleh Oman Abdurahman)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s