Ibu tetaplah Ibu

Ibumu melahirkanmu. Ibumu berjuang keras (terlepas kau suka caranya atau tidak, terlepas dari penilaian-penilaian buatan Manusia) membesarkanmu dan ingin kau mendapat semua yang terbaik dalam masa-masamu. jika sudah begitu, maka apa masih bisa kau tega membuka aib Ibumu? bahkan untuk sesuatu yang kau anggap sebentuk ceritera di mana seluruh Penghuni Dunia berhak tahu? tentang perempuan yang kau sadar benar adalah Ibumu? tanpa pernah berpikir apa pandangan semua yang membaca ceritera itu kemudian setiap kali mereka berpapasan dengan Ibumu? bagaimana bila Ibumu tahu sudah kau kisahkan macam itu? yakin tidak melukai perasaan Ibumu? atau kau berharap beliau berhak menerima rasa sakit terkubur bisu?

aku tidak bisa mengerti. bagiku Ibu tetaplah Ibu. baik-buruknya tetap dijunjunghormat sebagai Ibu. kau terluka atau bahagia bersamanya ya tetap dialah Ibumu. aku tak bisa mudah menerima itu.

– – – – – – –
*entah kenapa, aku tidak tahu, dilintasi kata-kata itu sebangunnya dari tidur jelang siangku.

(image-source: istockphoto.com)
(image-source: istockphoto.com)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s