13:58

dipisahkan lagi. tak kenal kata “kompromi”.  entah sudah berapa hitungan hari aku pun tidak dengan sengaja menandai. sampai suaranya tiba dari Gugusan Tanah Tengah melayangkan “selamat pagi” dan aku menangis.

13 menit 58 detik kami lebih banyak berisi diamnya yang berbicara puluhan kali lebih baik daripada sepotong “sabar”. 13 menit 58 detik kami lebih dari separuhnya berlatar isak tangis dengan airmata yang membasuh wajahku lebih awal. harus kuakui aku tak terlalu pandai menahansembunyikan rasa sakit yang pelan-pelan menguliti pertahanan tubuhku. ternyata tersadari ia pun tak ingin jauh bila adanya aku tak berdaya macam itu. semua dipaparkan terbuka oleh lama tangisku dan diamnya yang membahasakan genggaman berusaha menenangkan penderitaanku.

dipisahkan lagi. sudah sama paham ini jenis: tak akan kenal kata “kompromi”. pada akhirnya kami saling membesarkan hati, aku ia kuatkan agar tetap mampu sibuk sendiri, sementara satu demi satu tugas diselesaikannya agar bisa segera kembali.

13 menit 58 detik kami menjadi waktu-perbincangan-jarak-jauh terlama yang pernah kami miliki. 13 menit 58 detik tadi mengungkapkan begitu banyak hal yang dibahasakan hati. 13 menit 58 detik menjadi harta pembentuk energi. kami berdua harus bergerak memenuhi hak dan tanggung jawab lagi sebagai Penghuni Semesta Raya ini.

(foto oleh kuke)
(foto oleh kuke)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s