dan kekasihku pulang..

kekasihku pulang. aku sampai lupa berapa jumlah hari tepatnya sudah kami lama terpisah. ia segera sibuk menanyakan berkas-berkas pesanannya, aku kesenangan dapat menikmati dari dekat lagi setiap perubahan air mukanya, ia kemudian meminta diajari “berkicau” sembari mengganti “wajah telur”-nya, aku tak berkeberatan karena sekaligus bisa menyesap aroma tubuh yang sudah aku rindu entah hingga lapis berapa.

kekasihku pulang. ada sekitar 125 menit yang kami habiskan bersama meski bagiku masih tetap kurang saja. ia kesulitan sendiri mengunyah camilan goreng yang biarpun keburu dingin tak kehilangan kesan berminyak-minyak-mengerikan, aku susah payah menahan kesal dan airmata karena tak ingin ditinggalnya menyelesaikan urusan demi urusan, ia yang berkali memanggil dengan panggilan-kesukaan-versi-terakhir lalu meraih segera tanganku begitu aku bersedia membalikkan badan, aku yang mengikuti langkahnya menemui sejuk udara biar hanya cinta kasih saja yang berikutnya penuh terasa.

kekasihku pulang. belum tahu ada berapa masa jeda yang bisa kami gunakan sebelum lagi-lagi terpisah. ia tak punya janji-janji fana, aku tak ingin terus memberatkan langkahnya, ia membebaskan tanganku seusai genap menuruni anak-anak tangga, aku hanya bisa tersenyum melepas berkuat rela.

– – – – – – –
*November. Sepuluh. Tuan Bumi dan Angin Laut. kembali temu. berpadu.

(foto oleh kuke)
(foto oleh kuke)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s