Tanda Mata dari Batur

entah sudah berapa panjang jalinan Benang Rindu bermateri butiran Udara yang terbentang sebagai akibat perjalanan-perjalanan terpisah kita. aku tak menghitung. dan kau pun aku sudah mulai paham tak akan pernah dengan sengaja menghitung. kita hanya menjalani. dalam berdua atau satu-satu sendiri.

aku bisa melihat serentangan lebar Waktu penuh goda-&-gempuran dari hal yang bernama Ragu terus saja tak menyerah kau gerus dengan sebentuk ingatan tentang apa-apa yang jadi kesukaanku. pada setiap Pohon terbaik dan paling cantik (menurutmu) kau tiupkan Doa-doa terbaik untuk kita dan aku. sehingga hanya satu hal yang semakin aku tahu, aku hanya harus bersabar menunggu datangnya masa kita kembali berpadu 🙂

(foto oleh Tuan Bumi)
(foto oleh Tuan Bumi)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s