Cerita Angin, Cerita Pagi

Ayah pernah mengutarakan pasal ia mencurigai bahwa aku sebenarnya adalah Matahari Kecil yang sedang bertumbuh, bukan Angin Muda yang liar.

sesungguhnya itu agak meresahkanku.

Langit pernah membicarakan perihal kemungkinan, kemungkinan, dan kemungkinan yang hanya menghantarkan pada hampiran kenyataan bahwa aku benar adanya seperti apa yang Ayahku katakan.

sejujurnya itu macam merenggut paksa kebebasan yang sedang aku jalani penuh penghayatan.

tidak mau. aku tidak mau. jadi seperti Matahari di sana itu aku tidak mau. jika boleh merayu Ibu juga Tuhanku, maka aku ingin tetap sebagaimana yang terasa dalam denyutan jiwaku: Angin.

dan biar saja terus begitu, terus menjadi Angin yang bisa kapan saja berlalu laju, mengalir ke arah yang aku yakin aku benar mau. biar begitu.

(foto oleh kuke)
(foto oleh kuke)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s