dan didapat dari berusaha..

kamu tidak akan benar-benar berdiri di puncak bahkan di lereng Gunung hanya dengan berkata “ingin ada di Gunung”. kamu tidak akan benar-benar merasakan sapuan lidah Laut juga dihinggapi aromanya hanya dengan berkata “ingin ada di Laut”. kamu tidak akan sekejap merasakan menjadi bagian kecil Semesta dalam sebuah Rimba Raya kalau cuma meramaikan dirimu dengan sekata “ingin” yang tertinggal “ingin” melulu.

pergilah, bawa dirimu mendekati kesemuanya itu. berusahalah, atau kau memang terlalu senang menunggu ada yang berbaik hati membawamu tanpa perlu bersusah payah ke sana?

jika ada yang sampai begitu berani kau cita-citakan, maka berusahalah agar itu terwujud. kalau cuma mau menunggu sembari berpangku tangan saja ya sudah, jangan rewel. kan kau sendiri yang memutuskan menunggu, bukannya menghampiri ~,~

dalam urusan potret-memotret, perkara usaha ini pun berlaku loh ^_^v

kata Guru-guru Memotret-ku (mulai dari Mas Arya, Dewa Bumi, Pak Bruce Lee, sampai Pak Kobayashi) sekeren apa pun spesifikasi Kamera yang dimiliki tapi kitanya malas bergerak malas berusaha ya mustahil bisa dapat foto yang berbeda. belum lagi kalau kita malas eksplorasi malas latihan, entahlah apakah kemudian bisa foto itu naik peringkat menjadi bagus bahkan memenangkan hati dan mata banyak orang.

kata Guru-guru Memotret-ku lagi, sebuah foto yang bagus itu bukan ditentukan dari tempatnya yang memang sudah dari sananya bagus.

contoh? kamu butuh contoh? ini salah satu contoh terbaru. baru saja terjadi minggu lalu ketika aku tengah mengikuti kegiatan Jelajah Geotrek Gunung Padang Cianjur bersama Mata Bumi. salah satu seri foto bercerita yang dihasilkan (dan kebetulan baru aku unggah pagi tadi di akun Instagram pribadi) adalah “Cerita Rumput” ini ~,~

(foto oleh kuke)
(foto oleh kuke)

Dunia Rumput akan berbeda jika diambil dari sudut berdiri atau jongkok Manusia. buatku itu malah ndak masuk kedalamnya. aku butuh sudut pengambilan lebih rendah. kan ceritanya jadi bagian Dunia Rumput ~3~

kalau sudah begitu dengan si Ungu (dulu) atau dengan si Niki (sekarang) tetap tidak jauh beda di lapangan mah. yaaa seperti terlihat di foto di bawah ini, aku pinjam dari album Geotrek-nya si Devi Rosmayanti.

(foto oleh Devi Rosmayanti)
(foto oleh Devi Rosmayanti)

andai kata saat itu ada celah/parit/tanah yang posisinya lebih rendah, maka aku tidak akan bertindak begini. berhubung tidak ada, ya sikaaat saja. jarang-jarang loh pas kebetulan ada Tuan Kepik. yang langka-langka tidak perlu berpikir ribuan kali lagi lah.

resiko? waaah, ini jelas beresiko kok sesudahnya ya gatal-gatal. semisal tempat itu basah, ya jelas jadi basah. belum lagi dianggap aneh lah, jadi obyek tontonan lah, diomongin lah. hehehe. ataaauuu eh pas sudah dianggap beres, begitu dilihat hasilnya kok ya ada yang ndak pas itu lain lagi ceritanya.

tapi kembali lagi, intinya mah kalau memang benar-benar menginginkan sesuatu bisa dimiliki atau dihasilkan oleh kita ya berusaha. terwujud dengan cepat atau perlu berproses begitu lama pastinya tiap orang beda-beda. sehingga kemudian yang dibutuhkan adalah kesabaran dan keyakinan. lalu sebagaimana Bapak-Ibu juga pernah bilang: jangan putus berdoa dan jangan tinggalkan Tuhan ~_~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s