reparasi mata kaki

sebelum tepat tengah hari tadi, seusai menerobos kemacetan khas ala akhir pekan dan menahan sabar pasal tindak ngetem internasional, aku ditemani si Pajar (ga bisa bilang ef soalnya, heuheu) ke Mang Ade di sekitaran jembatan Wastukancana. dua minggu, hanya bisa bertahan membandel selama dua minggu dan akhirnya menyerah juga. sadar bahwa ternyata tubuhku dan aku tidak bisa mereparasi sendiri cedera di mata kaki kananku itu 🙂

setelah berkali-kali susah “santai” (sakitnya serius euy) sampai kemudian “kreeek” dambaan terdengar halus, aku diwajibkan memakai Penahan Ankle hingga kira-kira dua hari ke depan. “letak tulangnya kan baru saja benar, tapi traumanya belum hilang. jadi pakai ini biar lebih aman bergerak.”, begitu kata Mang Ade.

naaaah, sudah dipakai jalan-jalan dong tadi. langsung. meski ya belum dibiarkan menempuh jarak terlalu jauh juga. kan harus pelan-pelan. pastinya sih terima kasih banyak buat Pajar, utamanya ya karena seperti yang kamu bilang tadi, “sekarang silakan bebas pecicilan, Kuk. kalau ada apa-apa kan sudah tahu ada Mang Ade di sini.” 😉 horeeee. hidup pecicilaaaaaan 😀

(foto oleh kuke)
(foto oleh kuke)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s