I do love u

entah bagaimana mulanya tapi bulan Sepuluh ini mulai memberatkan nafas kurasa. apa yang belum terhapus dari ingatan. jahitan luka yang belum kering sempurna. kelebatan demi kelebatan yang terus ditingkahi beragam tangkisan kesadaran. rasanya tubuhku terus terbentur-bentur di dinding yang tak tampak di permukaan atas Udara sana. tak bertambah terluka, namun sungguh pusing ini kepala.

entah bagaimana pula ceritanya hingga bulan Sepuluh ini kian meriah saja. resiko yang sudah diperkirakan benar-benar menjadi nyata dan kami berdua mau tak mau jadi saling bahu-membahu sekuat tenaga. lalu ketika terpeleset sedikit, aku langsung macam Bom Molotov yang meledak tanpa ampun bahkan seakan menyebarlebar terus menghanguskan apa saja.

ia jadi terikut menanggung semua. ia terikut menanggung apa yang di luar perkiraannya. tak ada lain cara selain terus memelukku erat dengan keyakinan yang sudah ia hadiahkan sedari mula, menembus batas jarak yang sungguh tak kira-kira. dan sekalimat sederhana itu yang ada. dan sekalimat itu mengguyur kobaran amarah. sekalimat sederhana itu dan setumpahan air mata.

(foto oleh kuke)
(foto oleh kuke)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s