tentang apa yang sedang kita kerjakan berdua saja pada akhirnya

aku tidak sedang ingin menuliskanmu di Udara, tidak juga di bawah lipatan saku Kemeja, apalagi hanya di dinding-dinding sebelah dalam Kepala. aku masih sibuk memandangimu yang begitu keras berusaha menyelesaikan semua dengan sebaik-baiknya, sementara di balik kulitku aku pun bersikeras bertahan sekuat tenaga tidak memenuhi kepalamu dengan bermacam rengekan seakan cuma aku yang terbebat derita. kita pasti berjalan ke arah berbeda di keesokan yang sudah mengejar sejak sekarang masa. padahal hati kita tak sedikit pun melepaskan genggaman agar tiada satu mili keharusan terlewat melayang. kita sudah sama memastikan akan bertemu di tempat yang telah kita tandai sejak lama. kita akan bersama lalu dapat saling melemparkan senyuman tanpa terlalu berjauhan. dan sekarang biarkan aku menemani hingga keesokan. dan sekarang biarlah begini sebelum kita kembali berjalan di beda arah untuk sigap melanjutkan penyelesaian. kita akan bersama di minggu depan.

akan berbuah manis apa yang (pada akhirnya) kita kerjakan berdua, bahu-membahu, dalam: dua sama sabar, satu sabar satu penat, satu penat satu sabar, dua sama penat. akan berbuah kelegaan apa yang kini kita bagi sama rata pengerjaannya, bahu-membahu, dalam: dua sama sibuk, satu senggang satu sibuk, satu sibuk satu senggang, dua sama senggang. akan selesai lah semua dan kita sama senang lalu menyiapkan perjalanan berikutnya untuk tahun depan 😉

(source: photobucket.com)
(source: photobucket.com)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s