Pagi Bunga memikat Daun

semuanya macam terlalu rahasia. padahal tak ada satu sekat pun sehingga Keterbukaan adalah sebenar-benar dirinya. namun Bunga tetap saja lebih suka bungkam lalu mencuri Detik tertentu hanya untuk sesaat mengerling manja pada Daun yang seringnya begitu sibuk meningkahi Angin, bersenda-gurau dengan Awan, lalu terang-terangan memproklamirkan pada Langit perihal sebentuk Cinta. entah sudah berapa kali Bunga menahan tak menghirup Udara biar sesak dan pedih tak sampai terasa. entah sudah berapa kali pula Bunga tertunduk bertahan agar tak sampai jatuh deras airmatanya. aku yakin pastilah kau paham dentamnya ketika ia yang kau inginkan jadi bagian hidupmu selamanya justru gamblang menyatakan isi hati pada selain dirimu tepat kau lihat dan kau dengar.

Pagi mengantarkan butir-butir Keberanian pada Bunga yang sedang sibuk menghitung agar tak tersilapgelincir kerling pikatannya teruntuk Daun bersama kedatangan Biru di atas sana. entah akan menjadi kali ke-berapa Daun memilih mengabaikan pertanda-pertanda yang sebegitu jelasnya. entah akan menjadi kali ke-berapa pula Daun sibuk bersuka menaklukkan hati Langit yang menurutnya telah membuatnya berkali-kali jatuh cinta. aku tak tahu harus bagaimana. mungkin sebaiknya ya aku berdoa saja untuk kebahagiaan Bunga.

– – – – – – –
*Pagi. Bromo. di hari itu.

(foto oleh kuke)
(foto oleh kuke)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s