sepotong Senja dari Pacar

ia bukan Sukab, aku bukan Alina. kami berdua sama sekali tak terlibat dalam kisah karya Seno Gumira Ajidarma yang aku kagumi “Negeri Kabut” dan “Sebuah Pertanyaan Untuk Cinta”-nya. tapi memang kekasihku menyukai Senja. katanya itu adalah pertanda waktunya masuk Gua. iya, Gua. Tuan Bumi-ku itu sangat suka menelusuri Gua-gua di mana saja ia sempat lebih lama singgah.

aku bukan Alina, ia pun bukan Sukab. kami berdua hidup dalam Kisah yang berbeda dengan Penulis yang berbeda pula. tapi memang aku menyukai Langit sepaket dengan segala apa yang ia punya, termasuk: Senja. hingga pada suatu malam aku entah kenapa meminta tangkapan gambar sebuah Senja pada kekasihku. kebetulan ia sedang bertugas nun di sebuah tempat yang belum pernah kuhirupi aromanya dan belum kulahapi langsung Langitnya.

ia bukan Sukab, aku jelas bukan Alina. kami pun tak sedang memainkan peranan dalam “Sepotong Senja Untuk Pacarku”, sungguh tak ada sangkut-pautnya. tapi sore ini jadilah aku paham macam apa rasanya ketika dikirimi sepotong Senja oleh ia yang biasanya pelupa atau terlalu sibuk untuk menyinggahkan mata tepat di Langit sana. ada Hujan (rasa) Suka. ada serbuan (rasa) Bahagia. ada hangat yang diakibatkan Air mata. terlupa entah berapa kejap, aku merasa begitu dicinta 🙂

(foto oleh HEC)
(foto oleh HEC)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s