dia yang mengalir sampai ke hati

adalah dia yang begitu istimewa. tertemui pekat dipenuhi beragam warna namun ternyata begitu jernih Hijau mendamaikan di satu sudut tersembunyinya. tak banyak hati yang bersedia jatuh mencinta. namun dia tak patah harap pula dalam kungkungan sara kesakitan yang seringnya tak bersedia didengar Manusia. dia terus mengalun, terus mengalir, sesekali titip pesan pada Angin agar terpanggillah sekian jumlah Hati tempatnya akan belajar percaya lagi. dia memang istimewa. pantang menyerah dalam gempuran limbah dan ketakpedulian. dia jelas istimewa. keyakinannya tak diragukan seisi Semesta.

– – – – – – –
lokasi rekam-gerak: Sanghyang Poek (Ci Tarum Purba) dan Sanghyang Tikoro (Ci Tarum) :: musik latar: E.S. Posthumus – Vorrina Pi :: perekam-gerak: Ayu ‘Kuke’ Wulandari :: 14 September 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s