kisah Ilalang beribu Mawar Hutan

ibuku adalah sebentuk kembang yang begitu mempesona. tak ada yang bisa menampik goda merahnya. tak ada yang kuasa mengabaikan setiap kata terlontar dari bibir cerahnya. maka ketika kau melihat ke arah ku, tak heran kau enggan percaya. aku tak sedikit pun mewarisi merah cerah, apalagi kecantikannya. kenapa? ada baiknya kau tak perlu bertanya. karena aku pun tak pernah dengan lugas diberikan jawabannya.

ibuku adalah pusat perhatian yang begitu menawan mata. tak ada yang tak mengenalnya di Hutan Kemustahilan ini. tak ada yang melupakannya setiap kali digelar perhelatan bergengsi. maka ketika kau tak bisa mengenali keterhubunganku dengannya, sungguh itu sudah macam wajar saja. kenapa? ah, harusnya aku yang bertanya berbaris-baris “kenapa”. karena aku bahkan tak akan dirasa hilang ketika tak ada.

ibuku adalah pusaran kasihku meski dia tak pernah membawaku turut ke mana-mana. tak ada alasan untuk tak mengaguminya, meski belum sekalimat pun dia ada memuji kecantikanku tiap saat Matahari berbaik hati membuatku begitu bercahaya. maka ketika tiba peringatan hari lahirnya yang selalu dirayakan gempita, aku tak merasa sayang memberikan rupa-rupa hadiah padanya. kenapa? dia ibuku. aku berhutang sekian hal tak terhitung padanya.

ibuku adalah wujud keberadaan terindah yang tak terbantahkan apa-siapa. tak ada alasan untuk membencinya; meski tak satu pun hadiah yang kuberikan dipujinya, tak satu pun kulihat ada yang dipakainya, tak satu pun mereka dengan bangga dipamerkan olehnya pada seisi Hutan Kemustahilan ini. maka perlahan kusadari hanyalah airmata kecewa semakin berubah menjadi penerimaan dan diam yang kokoh mengakar. tak bisa marah. tak bisa meminta untuk menghapusnya sebagaimana dia berusaha menghapusku dengan begitu nyata. kenapa? entahlah. entahlah.

ibuku adalah satu-satunya yang aku punya. tak ada yang bisa menyingkirkannya dari benakku setiap datang Fajar terbuka. tak ada yang bisa meniadakannya dari hatiku bila Senja siap melahirkan Malam dengan sempurna. maka tak ada yang bisa kulakukan selain membiarkannya hidup bahagia sekehendak inginnya sambil tak lepas mengawasi segalanya dari rentang jarak yang tak akan membuatnya murka. kenapa? dia ibuku. aku tak punya siapa-siapa. maka dia yang harus aku jaga.

ibuku adalah Mawar Hutan tercantik di Negeri Kecil Kemustahilan ini. tak ada yang sekejap mampu mengenali aku sebagai puterinya. tak banyak yang bersedia percaya mungkin nyaris seumur hidupnya. kenapa? karena aku adalah Ilalang yang tak selalu bercahaya dan tak sewarna tak sebentuk dengannya.

– – – – – – –
*masih ngantuk. masih lung-leng. tapi pengen nulis. ini.

(foto oleh Teguh Hermawan)
(foto oleh Teguh Hermawan)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s