nun di Negeri seberang dimensi Negeriku

aku mengunjungi Negeri yang lain dalam hitungan Menit tak melebihi lima atau tujuh. semua mereka memanggil-manggil agar aku datang masuk berkunjung. “sudah lama tidak, Mungil.“, begitu ucap rayunya. dan aku hanya punya senyum. dan tepat di saat itu, di Negeri tempatku nyata berpijak, berpasang-pasang mata tak akan lagi memandangi mafhum padaku yang masih tegak berdiri di tepi jalan raya penuh orang dan kendaraan lalu-lalang bergegas menghindari terik. tapi apa peduliku 🙂

aku pelan bergerak tanpa mengubah arah pandang, melaju, melampaui menit yang makin jauh dari tujuh. tak bisa untuk mengabaikan lambaian mereka nun di Negeri seberang dimensi Negeriku itu. “mari ke sini, Mungil. kami punya banyak cerita untukmu.“, tak henti terucap macam-macam rayu. dan aku hanya punya senyum. dan aku membiarkan hatiku mengikuti apa yang aku mau. tanpa bersedia peduli apa orang kira akanku 🙂

– – – – – – –
10.09.2013 – tepat di tegak pertengahan Siang

(foto oleh kuke)
(foto oleh kuke)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s