itu Senja sudah menjelang, Nak..

itu Senja sudah datang, Nak. ibumu harus bergegas pergi. pendamlah Sabar hingga melaju subur bersama Darahmu dan terus riang melintasi Jantung. esok di Pagi kita akan kembali saling merentangkan tangan, berpelukan, saling mengecup, lalu pergi menjelajah di sekeliling Rumah sembari bergandengan tangan.

itu Senja sudah tiba, Nak. ibumu tak bisa menemanimu tidur hingga habis Malam nanti dilumat Rembulan dan Bintang-bintang. hartakanlah Sabar hingga beralih Permata lah setiap butiran Waktu yang kita bekukan di sepanjangan jeda perpisahan. esok di Pagi kita akan kembali saling berlomba menghabiskan berbutir Jagung yang telah kita matangkan dalam seperiuk didihan Air, lalu melanjutkan mencatat Ceritera-ceritera yang ditibakan Langit tepat pada sisian Bumi dan Cakrawala.

itu Senja sudah merentang, Nak. percayalah Cinta tak akan luruh gugur ketika Hitam merengkuh Matahari agar ia yang menjadi Mahkota. jangan lupa berdoa biar jelas esok kita berjumpa dan melanjutkan bahagia.

– – – – – – –
*sebuah interpretasi foto terhadap karya Mas Bambang Kusyanto yang berjudul  “Senja menjelang

(foto oleh Bambang Kusyanto)
(foto oleh Bambang Kusyanto)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s