pagiku terdampar di Ci Tarum

beranjak ku bergegas agar tak sampai terkejar Matahari tepat ketika tunduklah seutuh hatiku, terbenamlah kedua kakiku, terbasuhilah hangat wajahku dengan kesejukan abadimu.

Tarum.. Tarum..

entah kenapa sepagi ini aku semata membaui aroma manis Loa yang berdiam di pinggiranmu bersama si Hiu yang sudah membatu itu.

beranjak ku bergegas menemui Langit sebelum sempat Matahari membakar ujung-ujungnya tepat ketika sampailah sekecup rinduku, tergenangilah kedua mataku, terlipurlah luka-luka di sekujur tubuhku dengan ketulusan tak tertandingi milikmu.

Tarum.. Tarum..

entah kenapa sepagi ini aku begitu saja terlempar jauh hingga berdiam berdetik di peradaban yang memuliakanmu.

– – – – – – –
*bangun tidur. dengar musik bagus karya teh Uta Wirasasmita. lalu rindu Ci Tarum. begitu saja 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s