pe-er RKF: Hitam Putih

#1:

aku melihat Matahari menelanjangi Pinus-pinus, memaksa mereka jujur terbuka tanpa perlu merasa malu. tak ada yang kemudian bisa dilakukan Langit selain meminta Warna tiada dalam sekedip agar terjagalah kehormatan Pinus-pinus tanpa perlu terjadi pertumpahan darah.

aku melihat Matahari menyingkap busana kecoklatan Pinus-pinus, memaksa mereka menerima karunia tanpa terhalang serat rupa-rupa. tak ada yang kemudian bisa dilakukan Bayangan selain meminta pemakluman pada Cahaya agar terjagalah kehormatan Pinus-pinus tanpa perlu terundang banjir airmata.

– – – – – – –
selintasan Angin di suatu Agustus saat masih pagi

(foto oleh kuke)
(foto oleh kuke)

2:

seberapa lama kau mampu menengadah sampai ditemukan arah jalannya Cahaya? Tuhan sudah bertitah, Matahari tak lagi berpikir untuk menyesatkan langkah, Bintang-bintang mengundurkan diri sembunyi menjelma Mata-mata Ranting yang menahan kerjap.

Kelana. Kelana. seberapa lama kau mampu bertahan hingga menemukan gerbangnya Nirwana? kata siapa ianya berwarna?  🙂

(foto oleh kuke)
(foto oleh kuke)

3:

Peri-peri Embun merunduk,
sedia takluk pada Waktu..

Om..

sarvesham svastir bhavatu,
sarvesham shantir bhavatu,
sarvesham purnam bhavatu,
sarvesham mangalam bhavatu..

(foto oleh kuke)
(foto oleh kuke)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s