Tuhan sedang mengurungku di dalam kamar

Tuhan sedang mengurungku di dalam kamar. dijauhkan dari senyum lembutmu, hanya mampu melihat Langit dan Matahari dari jendela itu, tak boleh bersegera memeluki Laut yang aku rindu. ingin berontak, tapi Tuhan mengikat kuat tubuhku di kasur. sudah protes berat, tapi Tuhan malah merengkuhku hangat sampai aku berkali-kali tertidur.

Tuhan sedang mengurungku di dalam kamar. sambil mengelus-elus punggungku, ada Ia berulang membisikkan, “sabar, Mungil. bersabar. sesudah ini kau boleh kembali pecicilan. tenanglah.”

siang harinya, aku tergerak ingin mengunyah kebosanan berlauk Buku-buku Fotografi Warisan Om Bambang. tapi segera berubah dalam menit, aku malah ingin menonton ulang House MD. lalu tak sampai ratusan menit, aku malah merasa terkantuk dengan kuat lagi. rupanya Tuhan sudah mengelus-elus kepala dan punggungku bergantian, sembari terus tersenyum bersamaan itu Matahari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s