tentang Tuan Capung berpunggung Titik-titik Biru

ini tentang seekor Capung berpunggung Titik-titik Biru yang memilih mati seusai menghayati hangat Matahari. ia tak mengiba, tak ada tangis meminta, entah siapa yang membawanya hingga tergeletak dengan kaki-kaki yang patah di bawah kursi ruang tengah.

ini tentang si Tuan Capung berpunggung Titik-titik Biru yang bersedekap moksa dalam senyum seusai menghayati hangat Matahari. ia tak menyalahkan, tak ada hujatan, bahkan sungguh tenang membiarkan aku menemaninya berdampingan si Tampan Maut yang memangkunya penuh sayang.

ini tentang seekor Capung berpunggung Titik-titik Biru yang memilih mati seusai menggenapi hati di bawah hangat Matahari. selamat jalan, Tuan. sampai jumpa nanti di sana.

(foto oleh kuke)
(foto oleh kuke)

– – – – – – – –
Semarang, 12.08.2013. dan pagi itu Biru Cerah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s